IMI-IPB Bahas Negara Maritim

IMI-IPB Bahas Negara Maritim

Berita

Indonesia, negara kepulauan terbesar dunia belum mampu memanfaatkan potensi sumberdaya lautnya. Untuk itu diperlukan konsep strategi untuk membangunnya menjadi sebuah negara maritim yang tangguh dan berdaulat. Hal itu diungkapkan Pakar Hukum Laut Internasional  Prof Hasyim Djalal dalam Seminar ‘Membangun Strategi Negara Maritim’ yang diselenggarakan Indonesia Maritim Institute (IMI) yang bekerjama dengan Fakultas  Perikanan dan Ilmu Kelautan  Institut Pertanian Bogor ( FPIK IPB), Rabu (15/2) di Auditorium Sumardi Sastrakusuma Kampus IPB, Darmaga.  "Secara hukum internasional dan undang-undang, memang Indonesia sebagai negara kepulauan. Tapi, kenapa belum maksimal memanfaatkan kekayaan  di laut. Maka itu diperlukan konsep strategi negara maritim," ujar Dewan Penasehat IMI ini.

Dewan Pembina IMI Conny Rahakundini, menyatakan negara maritim yang kuat juga terletak pada segi pertahanannya. "Berbicara mengenai konsep negara maritim, tidak lepas dari kepentingan pertahanan dan industri pertahanan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia tidak hanya harus bisa menjaga kedaulatan, tetapi juga melindungi seluruh kekayaan alam yang dimilikinya," katanya. Ia menjelaskan, konsep negara maritim tidak lepas dari kekuatan pertahanan. Jika pertahanan kuat kedaulatan negara pun akan terlindungi dari ancaman luar.

Acara seminar IMI  Goes To Campus ini bekerjasama dengan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FPIK) IPB,  yang dihadiri 596 orang peserta. Selain itu, dalam waktu dekat juga IMI akan melaksanakan ‘IMI Goes to Small Island Program’ yaitu mengirim 2 orang lulusan FPIK ke pulau kecil terpencil dan terdepan selama setahun untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Prof. Indra Jaya mengatakan salah satu kekurangan bangsa ini adalah di bidang sains dan teknologi. Indonesia memang  negara yang luas. Untuk menjadi negara maritim, ada tiga bidang yang bisa mewujudkan menjadi negara maritim, pertama adalah sumber kehidupan, perdagangan dan kekuatan laut.
Pengamat pertahanan dari LIPI, Jaleswari Pramodhawardani mengingatkan tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan di era gelobalisasi.  "Untuk mengatisipasi perkembangan globalisasi, sebagai negara kepulauan, Indonesia memerlukan sebuah strategi maritim dalam bentuk Ocean Policy, yang hingga saat ini belum tuntas," katanya.(***)