Dari Pameran dan Temu Bisnis Perikanan dan Kelautan: Skala Laboratorium Menuju Skala Industri
Sebanyak 16 riset berbasis paten sektor perikanan dan kelautan hasil para peneliti di lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin (26/6) dipamerkan di Balai Besar Pengembangan dan Pengendalian Hasil Perikanan (BBP2HP) Jakarta Utara. Riset-riset tersebut diantaranya Mesin Pemingsan Udang dan Ikan, Mesin Pemisah Daging dan Tulang, Penghitung Benih Ikan dan Akuarium Multiguna.
“Sebesar apa pun teknologi yang ditemukan oleh IPB, jika tidak diaplikasikan di dunia industri, masyarakat tidak akan pernah tahu bahwa Indonesia memiliki teknologi yang bisa diandalkan,” ujar Wakil Rektor IV IPB, Dr.Ir. Asep Saefuddin MSc., saat memberikan sambutan pada acara pembukaan.
Menurutnya, selama ini teknologi senantiasa berhenti di laboratorium atau perpustakaan. Karenanya, ia menyambut baik kesempatan pameran yang dikemas dalam Temu Bisnis antara Academic, Business dan Government (ABG).
“Pertemuan ABG ini merupakan kesempatan yang tepat. Pasalnya, Akademisi tanpa dukungan Bisnisman atau pelaku usaha tidak akan berjalan, dan tanpa adanya kebijakan dari Government, semua akan pasif. Oleh karena itu, ketiga komponen ini harus bersatu,” tegas Asep.
Acara yang dibuka oleh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) RI, Prof. Dr. Martani Husein tersebut, dihadiri oleh para pelaku usaha yang bergerak di bidang perikanan dan kelautan, sejumlah ilmuwan dari IPB serta para pengambil kebijakan di lingkungan DKP RI.
Sebelumnya, Martani mengemukakan, ke depan departemen yang dikelolanya akan mengutamakan riset yang dihasilkan para mahasiswa dan perguruan tinggi secara umum untuk dapat lebih diaplikasikan ke dunia industri “Karena pada saatnya nanti mereka yang akan memimpin sektor perikanan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Hak Kekayaan Intelektual (HKI) IPB Dr.Ir.Krisnani Setyowati, MSc., memaparkan hasil-hasil penelitian yang berhasil dibukukan HKI dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Selain upaya perlindungan, Krisnani mengatakan, esensi keberadaan HKI IPB adalah untuk dapat memberi penghargaan kepada para peneliti yang berkualitas. (NM)
