Media Visual untuk Kelestarian Bawah Laut
Pesona bawah laut memang sangat menjanjikan. Banyak objek menarik bagi para fotografer atau media visual lainnya. Apalagi saat ini banyak fotografer yang menekuni fotografi bawah laut. Hal ini memberikan nilai positif bagi keberlangsungan kehidupan yang ada di sekitar terumbu-terumbu karang. “Fotografer dituntut untuk tidak hanya mampu memotret keindahan tetapi juga memotret permasalahan yang terjadi, dengan seperti itu kita bisa memvisualisasikan kepada masyarakat awam terkait apa yang terjadi di bawah laut,” ujar Penggiat Terumbu Karang, Eri Damayanti, pada IPB Agrifuture Expo yang digelar dalam rangka Dies Natalis IPB ke-50, (6/9) di kampus IPB Baranangsiang Bogor.
Eri mengatakan, banyak fotografer yang memotret bawah laut sehingga mampu menampilkan sisi keindahan laut kita, juga menampilkan informasi berupa gambar tentang kerusakannya. Eri meyakini bahwa peran media visual (fotografi dan film) dapat menjadi alat penggugah dan komunikasi dengan masyarakat terkait dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi di bawah laut.
Pembicara lain yang hadir dalam kegiatan ini adalah pembuat film yang juga alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Wahyu Mulyono dan I Wayan S dari World Wildlife Fund (WWF) yang berkesempatan memaparkan teknis pengambilan gambar di bawah laut. Menggenapi narasumber di atas, hadir juga perwakilan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI, Agus Darmawan.
Talkshow yang bertema “Aksi Nyata Penggiat Konservasi dan Fotografi Bawah Air untuk Kelautan” ini terselenggara atas kerjasama IPB dan Bank BRI. (man)
