23 AKTIVIS MAHASISWA IPB PEROLEH ‘BEASISWA UNGGULAN AKTIVIS’
Institut Pertanian Bogor (IPB) boleh berbangga, 23 aktivis mahasiswanya telah terseleksi oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) RI untuk melakukan studi banding selama 1 bulan ke Thailand bersama aktivis mahasiswa Indonesia lainnya.
Direktur Kemahasiswaan IPB yang diwakili oleh Bambang Riyanto, MSi menjelaskan: "Berdasarkan keputusan Steering Commitee Sekretariat Program Beasiswa Ungulan, Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Departemen Pendidikan Nasional, tertanggal 5 Oktober 2007 diperoleh informasi nama-nama mahasiswa se Indonesia yang berhak menerima beasiswa unggulan nasional untuk aktivis".
Nama 23 aktivis organisasi kemahasiswaan IPB yang berhak menerima bea siswa unggulan tersebut, diantaranya adalah Casnan (Ketua UKM Lisus Gentra Kaheman); Ayupry Diptasari (Deputy Local Director IASS Internasional); Amal Fatullah Randy (Ketua Himiteka dan HIMITEKINDO); R. Irsan Nurgozali (BKIM IPB – Lembaga Da'wah Kampus); Lilis Sucahyono (Lawalata IPB-Pendaki Putri Rinjani Hari Perempuan Internasional); Nugraha Arif (Wakil Ketua MISETA-Juara Berbagai Kegiatan Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional); Diana (Komisi Relawan Persatuan Mahasiswa Kristen – Tim Debat Bahasa Mandarin IPB); Putri Kinanti (Presenter IPB dalam International Student Summit di Tokyo University of Agriculture); Hidayat Syarifuddin (FEMA-Tim Debat Bahasa Arab IPB); Muhammad Fikri I (Ketua BEM FMIPA-ILKOM); Yogi Waldingga (Wakil Ketua BEM FPIK-Juara pada berbagai kegiatan PIMNAS).
Dijelaskan oleh Bambang: "Program Beasiswa Unggulan adalah program beasiswa nasional dan internasional dalam rangka menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif sesuai dengan visi pendidikan nasional. Diharapkan di akhir program ini muncul critical mass yang memiliki daya saing bangsa Indonesia di masa mendatang".
Program Beasiswa Unggulan adalah program beasiswa yang dirancang oleh DIKTI guna mewadahi putra-putri terbaik dari seluruh Nusantara untuk dididik menjadi kader-kader bangsa yang matang, cerdas, dan berkepribadian nasional Indonesia serta mampu membangun dan mengembangkan sumber daya daerahnya sehingga mempunyai daya saing baik nasional maupun internasional.
Ketentuan dari keseluruhan peserta program beasiswa unggulan adalah 80% berasal dari siswa-siswi lulusan terbaik. Hasil seleksi berdasarkan kriteria standar dari Depdiknas, antara lain berupa seleksi berkas data pribadi, TPA, TOEFL, test wawancara (menguji kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual)
Program Beasiswa unggulan diharapkan mencapai target Depdiknas, yaitu memberikan beasiswa kepada mereka yang memiliki prestasi sebagai: Siswa dengan nilai tambah non-akademis, Pemenang Lomba Iptek Tingkat Nasional, Pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional, Pemenang Lomba Bidang Olahraga Tingkat Nasional, Pemenang Lomba Bidang Seni dan Bahasa Tingkat Nasional, dan Pemenang Lomba Bidang MIPA Tingkat Nasional.
Untuk mendorong mahasiswanya berprestasi di bidang ekstrakulikuler dan mendapatkan beasiswa tersebut, Bambang berharap dalam pemilihan pejabat BEM IPB ke depan bisa diterapkan ketentuan seperti yang dicantumkan dalam memperoleh beasiswa unggulan. "Pejabat BEM setidaknya merupakan mahasiswa prestasi minimal di tingkat nasional, serta pernah memimpin salah satu unit kegiatan mahasiswa atau himpunan profesi mahasiswa dengan anggota minimal 100 anggota. Dengan pendekatan ini, diharapkan ikut mempercepat IPB menuju world class university".(rpl/ditmawa)
