Yonny: Ingin Seperti Taufik Ismail
Yonny Elviandri bersama kedua rekannya dari Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian IPB berhasil menjadi juara 2 pada World Congress of Global Partnership, suatu ajang kompetisi karya ilmiah yang diikuti sekitar 38 negara dari Asia dan Afrika. Momen ini berlangsung di Korea Selatan pada 13 Agustus 2012 lalu. Ajang ini sangat berarti bagi Yonny. Bagaimana tidak dari kompetisi ini Yonni banyak mengenal rekan-rekan mahasiswa dari berbagai Negara. Tentu ini pengalaman yang mengesankan. Ia tidak pernah bermimpi sedikit pun untuk bisa pergi ke luar negeri dan dapat membawa nama baik institusi tempatnya menuntut ilmu.
Menurut Yonny, ia dapat unggul dari peserta lainnya karena karyanya sudah menghasilkan produk jadi berupa kripik dari Ubi Jalar yang dikenal dengan nama Chippittos. Kripik ini dikembangkan di Desa Cibungbulang, Bogor oleh kelompok wanita tani desa tersebut.
Selain kompetisi ini, tak sedikit kompetisi bergengsi lainnya yang berhasil di raih Yonny. Di bidang penulisan, belum lama ini ia berhasil menyabet juara 3 pada lomba penulisan yang digelar Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dengan mengusung tema kriteria anggota DPR masa depan. Sebelumnya ia juga telah meraih Juara 1 dalam ajang lomba Cerita Mini Internasional dengan judul “Baju Koko untuk Ayah” yang digelar oleh PPWI Yaman.
Yonny saat ini duduk di semester 5. Ia adalah peserta program Bidik Misi yang diterima IPB melalui jalur USMI. Tekad kuatnya kuliah di IPB tampak saat ia membongkar uang tabungannya yang ia peroleh dari hasil upah mengambil cengkih dari kebun milik tetangganya. Uang tabungannya ia belikan formulir seharga Rp.250 000,-. Selain itu banyak dukungan dari guru-guru yang bersimpatik supaya Yonny bisa melanjutkan kuliah di IPB. Saat itu ia bersama sang kakek bertolak menuju Bogor untuk mengurus registrasi ulang.
Keterbatasan biaya hidup tak membuat Yonny patah semangat. Ia kerap kali mengikuti lomba-lomba menulis yang tak jarang ia dapat rezeki berupa hadiah lomba. Ditanya impian terbesarnya, Yonny ingin menjadi penulis ternama. “Seperti Taufik Ismail, “ tandasnya. (dh)
