Kuliah Umum Biologi dan Ekologi Hiu Paus
Institut Pertanian Bogor (IPB), World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Universitas Papua (UNIPA) dan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) bekerjasama melakukan penelitian whale shark atau hiu paus di Teluk Cenderawasih. Penelitian biologi dan ekologi hiu paus telah dilakukan pada tahun 2013. Salah satu rangkaian kegiatan kerjasama ini adalah pemberian Kuliah Umum Biologi dan Ekologi Hiu Paus kepada masyarakat umum. Dalam kuliah umum tersebut IPB diwakili Laboratorium Biodiversitas dan Biosistematika Kelautan, Departmen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (Dept.ITK-FPIK-IPB) dan ditunjuk sebagai tempat penyelanggara yang digelar pada 28 Maret 2014. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Brent S. Stewart , P.Hd dari Hubbs-Sea World Research Institute San Diego, California.
Kegiatan ini dihadiri dosen, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Acara ini dibuka Ketua Departemen ITK-FPIK-IPB, Dr. Wayan Nur Jaya, M.Si. Peneliti bidang Oseanografi ini menyampaikan bahwa penelitian tentang hewan yang dilindungi ini sangat penting dan berharap kolaborasi antara WWF-Indonesia, UNIPA dan TNTC terus berkelanjutan.
Secara umum dari hasil penelitian ini disampaikan hiu paus merupakan hewan penjelajah yang selalu bergerak secara geografis dan vertikal. Pertanyaan yang masih belum terjawab adalah di mana populasi hiu paus betina, di mana daerah hiu paus yang masih muda dan di mana hiu paus yang sudah dewasa berkumpul serta di mana daerah perkawinan mereka. Khusus untuk daerah Teluk Cenderawasih diduga terdapat hubungan keberadaan bagan dan ikan puri dengan kemunculan hiu paus.
Pada saat ini IPB dan WWF-Indonesia sedang melaksanakan penelitian dan pengembangan RFID yang akan digunakan dalam penelitian whale shark di Indonesia. Bersama UNIPA, TNTC dan WWF-Indonesia, IPB sedang melakukan penelitian genetika populasi whale shark yang ditemukan di Teluk Cenderawasih. Selain kegitan penelitian, kerjasama ini juga mengagendakan kegiatan peningkatan sumberdaya manusia dengan mengadakan pelatihan genetika hewan laut.
