Trainer Motivasi IPB dengan Peserta Terbanyak
Pembicara lainnya yakni Nanang Qosim Yusuf dan H. Yulikuspartono,S.Kom. Seminar digelar dalam rangka memberikan pembekalan, memberikan mind setting, menciptakan komunitas positif di lingkungan kampus serta membentuk mentalitas mahasiswa yang kuat.
"Pada intinya yang saya sampaikan adalah cara berpikir out of the box. Yakni bagaimana keluar dari kotak yang mengungkung kita. Ada beberapa langkah keluar dari kotak tersebut, pertama diputuskan bahwa kita mau keluar, lalu kita coba terus menerus, belajar dari yang sudah keluar, open mind, membina hubungan baik, buat tim, menghargai waktu, bikin rencana yang bagus, resisten atau terus menerus ini semua sikap mental yang dibangun, dilatih dan dioprak-oprak," ujarnya.
Ia berharap dari 16.640 peserta pasti ada yang benar-benar berminat untuk berwirausaha. Paling tidak 10% nya. Apabila di create dan diberi pelatihan lebih lanjut, jurusan apapun yang diambil, harus diniatkan bahwa suatu saat harus menjadi pengusaha.
Sementara itu, teks book perkuliahan selama ini seperti menempatkan mahasiswanya sebagai pegawai. Seharusnya dosen sewaktu mengajar, mahasiswanya diminta membayangkan mempunyai perusahaan dengan nama masing-masing untuk dijadikan bahan pembelajaran. Meskipun dosen tersebut tidak punya usaha namun dapat mulai menularkan wirausaha.
Indonesia hanya memiliki wirausahawan sebesar 0,18%, sangat kecil jika dibandingkan dengan negara maju yang sudah mencapai 7%. Hal ini dikarenakan perguruan tinggi di Indonesia orientasinya adalah menyediakan lulusan yang siap pakai. Padahal hal tersebut sudah kebablasan sedangkan jamannya sudah berubah dimana perguruan tinggi seharusnya menyiapkan lulusan yang siap buka usaha sendiri. Kalaupun sarjana tersebut bekerja, paling lama 5 tahun kemudian mampu buka usaha sendiri.
Menurutnya, jika pada tahun 2007 Indonesia baru menyadari kekurangan wirausahawan dan mulai melakukan perbaikan, seharusnya Indonesia bisa melewati 1% lima tahun ke depan.
Departemen Agribisnis di IPB per tahunnya hanya mampu menampung sekitar 100 mahasiswa. Agar tercapai 1% tersebut, mata ajaran kewirausahaan yang ada di IPB diperpanjang dan diperkuat mental wirausahawan bagi mahasiswa.
Seharusnya teori yang diajarkan sedikit saja namun sikap mental wirausaha harus diperkuat. Untuk bisa mengajari attitude building kepada mahasiswa, dosen harus mendekati yang diajarkan misal mengajarkan pantang menyerah, ya berarti dosennya harus pantang menyerah, diajarnya semangat, berarti dosennya juga harus semangat.
Sejak tahun 2006, setiap tahunnya, Ir. Basith diundang Bina Sarana Informatika (BSI) untuk memberikan motivasi kewirausahaan bagi dosen dan mahasiswa tingkat akhir. Semua dosen BSI yang berjumlah sekitar 1500 sudah dilatih softskill kewirausahaan olehnya. Secara bergelombang setiap tahunnya semua dosen direfresh, supaya teringat lagi.
Ir. Basith menggambarkan, di dunia ini seseorang yang memiliki paten sebanyak 1093 atas namanya adalah Thomas Alva Edison. Di akhir hidupnya, Thomas membangun perusahaan yang diberi nama General Electric (GE). Thomas Alva Edison sadar yang langgeng adalah perusahaan bukan hasil penelitian.(zul)
