Prof. Dr.Ir. Indroyono Soesilo : Indonesia Naik Kelas

Prof. Dr.Ir. Indroyono Soesilo : Indonesia Naik Kelas

Berita

Di luar dugaan, selama ini negara kita sering dianggap paling tertinggal dimata dunia Internasional, Padahal menurut Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat RI Prof. Dr.Ir. Indroyono Soesilo,berdasarkan Human Development Index (HDI) Ranking  tahun 2010, Indonesia termasuk peringkat 108 Medium Human Development  dan artinya Indonesia naik kelas. Hal tersebut ia sampaikan  katika menjadi narasumber  dalam Studium General “ Pertumbuhan dengan Pemerataan (Growth with Equity)”di Ruang Sidang Mahoni, Magister Manajemen Bisnis IPB, (8/2).

Acara ini digelar dalam rangka menjaring saran dan masukan dari Perguruan Tinggi dalam rangka dipromosikannya Prof. Indroyono  sebagai salah satu kandidat Indonseia untuk menjadi  Dirjen FAO.

Prof. Indroyono menambahkan  dalam global competitive index pun daya saing Indonesia meningkat dari peringkat 69 dari 104 negara  pada tahun 2004 menjadi 44 dari 133 negara pada tahun 2010 dan termasuk ke dalam the Asian Top 10 Movers untuk semua katagori: non-income (pendidikan dan kesehatan) dan Income (pendapatan) dalam rentang waktu 1970 – 2010.

Meskipun demikian, menurut Rektor IPB dalam sambutannya menyampaikan saat ini  jumlah angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan rendah dan produksi pertanian Indonesia masih di bawah target, untuk itu Rektor berharap mahasiswa-mahasiswa IPB harus dapat bersaing di tingkat internasional, jangan sampai berkontribusi menambah pengangguran terdidik, tandasnya.

Selain itu mahasiswa IPB diharuskan dapat menggalakkan inovasi, sesuai dengan peran IPB sebagai perguruan tinggi yang berbasis riset yang kompetensi utamanya pertanian tropika.

Lebih lanjut Rektor menandaskan  perubahan iklim yang berlangsung saat ini harus diwaspadai karena salah satu permasalahan pertanian  di negeri ini adalah dari perubahan iklim

Terkait Prof. Indroyono terpilih  menjadi kandidat satu-satunya dari Indonesia untuk menjadi  Direktur Jenderal FAO, Rektor berharap hal ini dapat mengangkat  nama bangsa di dunia Internasional.(dh)