CREATA IPB dan Deplu RI Gelar Pelatihan Mekanisasi dan Manajemen Air untuk Lahan Kering
Banyak negara di Asia dan Afrika mempunyai kemiripan permasalahan dalam sektor pertanian, khususnya untuk pertanian pada lahan kering. Kebanyakan dari persoalan ini dapat diselesaikan secara sistematis dengan merencanakan metodologi dengan teknologi yang sesuai.
Berdasarkan kemampuan sumberdaya manusia dan fasilitas yang dimiliki oleh Center for Research on Engineering Application in Tropical Agriculture (CREATA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Direktorat Kerjasama Teknik, Departemen Luar Negeri RI menggandeng IPB untuk menggelar Training on Appropiate Mechanization and Water Management for Dryland Agriculture in African Countries.
Kegiatan ini bertujuan demi memenuhi komitmen Indonesia dalam membantu sesama negara berkembang dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan dan pencapaian MDGs. Sembilan utusan dari Ethiopia, Namibia, Tunisia, Tanzania dan Indonesia dihadirkan sebagai peserta. Diharapkan peserta dapat memperoleh manfaat dari pengalaman Indonesia di bidang mekanisasi dan menajemen air dalam rangka mengatasi berbagai masalah pertanian lahan kering yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi pertanian di negara peserta.
Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membekali peserta dalam meningkatkan pemahaman mengenai appropriate technology yang diperlukan dan dapat diterapkan pada pertanian lahan kering, khususnya di bidang mekanisasi dan manajemen air.
Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 3-14 Agustus 2009 ini dibuka oleh Rektor IPB Prof. Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc di IPB International Convention Center (3/8) dengan menghadirkan Kepala CREATA, Prof.Dr.Ir. Tinneke Mandang, Direktur Kerjasama Teknik, Deplu, Esti Andayani, Direktur Pengelolaan Lahan dan Air, Deptan, Ir, Ishartanto, MM, Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Elias Ginting.
“Kegiatan ini juga sejalan dengan program pemerintah Indonesia untuk mempromosikan diplomasi publik melalui people to people contact sebagai sarana yang cukup efektif untuk mendorong kerjasama internasional dan memperkuat citra positif Indonesia di mata negara-negara sahabat,” ujar Esti Andayani, dalam sambutannya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian, mengatakan Indonesia mempunyai lahan kering seluas 140 juta ha dari total luas lahan 190 juta ha. “Pemanfaatan lahan kering belum optimal, ketahanan pangan masih bergantung pada sawah. Meskipun begitu, lahan kering ini perlu dilindungi dan alih fungsi lahan perlu diantisipasi. Oleh karena itu, Deptan sudah membuat RUU Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan,” ujarnya.(zul)
