EMBRIO 2014 Tingkatkan Penelitian Biodiversitas Kelautan Indonesia

EMBRIO 2014 Tingkatkan Penelitian Biodiversitas Kelautan Indonesia

Berita

Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Direktorat Riset dan Inovasi  dan Fakultas Ilmu Perikanan  dan Kelautan (FPIK) menyelenggarakan Enhancing Marine Biodiversity Research in Indonesia (EMBRIO) 2014 1st International Workshop di Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Training Center, Kampus IPB Baranangsiang pada 6-7 Maret 2014, Kamis (6/3). Kegiatan ini mengangkat tema Understanding, Protecting/Rehabilitating & Sustainable Use of Indonesian Marine Biodiversity.
Direktur Riset dan Inovasi IPB, Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar, M.For.Sc memaparkan, kegiatan ini merupakan inisiatif  baru di  IPB yang bersifat multidisiplin atau transdisiplin, melibatkan banyak unit, peneliti dan stakeholder dari luar. IPB sebagai leading institute terkait Enhancing Marine Biodiversity Research di Indonesia. Pada visi IPB 2045 kelautan menjadi kata kunci selain pertanian dan biosains tropika.Tentunya ini sesuai dengan negara kita yang merupakan kepulauan, dimana kekayaan laut belum maksimal dipelajari, dimengerti dan dimanfaatkan.

“Selama ini kita lebih fokus pada di terestrial ecosystem (ekosistem daratan). Ekosistem laut juga menyimpan rahasia yang perlu kita kaji, sehingga diharapkan dari inisiatif ini kita mengumpulkan apa yang sudah dilakukan IPB dan lembaga lain. Lalu kita petakan dan pelajari dimana gap-nya serta disambungkan,” tambah Prof. Dr. Iskandar Z. Siregar, M.For.Sc. 
 
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS menyatakan, “Pada 2013, IPB secara resmi mengenalkan ilmu kelautan sebagai salah satu dari tiga bidang fokus dalam Statuta IPB (PP No. 66 Tahun 2013) yang ditandai oleh Keputusan Presiden. Dalam menanggapi hal ini Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB, Prof. Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng memprakarsai untuk mengembangkan program EMBRIO. Program EMBRIO  ini meningkatan penelitan biodiversitas kelautan di Indonesia. Untuk menindaklanjuti program ini, Prof. Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng mengajukan task force untuk mengembangkan roadmap untuk strategi penelitan biodiversitas kelautan IPB di masa depan."

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Prof. Dr. Ir. Indrajaya, M.Sc mengatakan, “Biodiversitas kelautan Indonesia penting untuk beragam alasan. Biodiversitas ini dapat dimanfaatkan untuk menyediakan barang-barang dan  jasa bagi masyarakat seperti: persediaan makanan utama, sumberdaya obat-obatan, perikanan, sumber daya air dan jutaan lapangan pekerjaan di industri-industri. Biodiversitas kelautan penting untuk melindungi sumberdaya air, persediaan nutrisi, gangguan polusi dan penyerapan,  serta berkontribusi untuk stabilitas iklim." Direktur Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) Regional Jakarta, Dr. Irene Jansen menyatakan, “Saya yakin  para ilmuwan Jerman yang mempunyai sejarah panjang  penelitian kelautan dan garis pantai pendek dapat bergabung dengan ilmuwan dari kepulauan terbesar di dunia serta berusaha menjalin hubungan baik di masa depan."(RF)