Wilayah beriklim basah bisa kekeringan

Wilayah beriklim basah bisa kekeringan

Berita

 

Kekeringan yang terjadi saat ini tidak hanya melanda wilayah yang beriklim kering tetapi juga melanda wilayah beriklim basah, demikian ujar Ketua Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB,  Prof. Asep Sapei dalam Dialog Sore di RRI Bogor, 18/3

Penyebab kekeringan tersebut bisa dari curah hujan yang lebih sedikit dari curah hujan normal, bisa juga dari tindakan manusia kaitannya dengan konservasi tanah, dan penggunaan air yang boros, tegas Prof. Asep Sapei

Lebih lanjut Prof. Sapei mengatakan upaya-upaya secara umum mengatasi kekeringan bisa dilakukan dengan penyimpanan vegetasinya, penyimpanan air tanah, lubang resapan biopori, sumur resapan. Dengan demikian ada regulasi yang mengharuskan setiap rumah ada resapan.

Dialog tersebut mampu menarik perhatian pendengar dari daerah Tajur dan menyampaikan bahwa daerahnya merupakan daerah resapan air tapi masih kekeringan. Prof. Sapei menuturkan bahwa  air hujan perlu ditangkap dan disimpan selama mungkin tentunya harus adanya daerah resapan. kalaupun masih kekeringan tentu adanya perilaku manusia yang mengubah keseimbangan sehingga terjadi kekurangan air. Perlu upaya bersama untuk mengatasi kekeringan ini. Partisipasi masyarakat dengan upaya penanaman pohon sangat diharapkan

Pendengar lain dari Gunung Putri  menyampaikan keluhan bagaimana cara mengatasi agar sawah tidak terjadi kekeringan. Prof. Sapei mengatakan bahwa biasanya sawah yang kekeringan disebabkan daerah bagian atasnya sudah rusak sehingga air yang jatuh tidak tertahan mengalir, habis dan kering. Hal ini bisa diatasi dengan cara penanaman kembali daerah-daerah resapan bagian atas dan bawah sawah.(dh)