Warga Cihideung Ilir Membutuhkan Lembaga Keuangan Mikro

Warga Cihideung Ilir Membutuhkan Lembaga Keuangan Mikro

Berita

Setelah empat kali Jum’at Keliling (Jumling)  yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut  Pertanian Bogor (LPPM-IPB) di Desa Cihideung Ilir, pada Jum’at (1/6), tampak banyak terjadi perubahan di sana. Tak sedikit peningkatan kesejahteraan yang dirasakan warga Cihideung Ilir  sejak penyelenggaraan Jumling. “Saya sangat berterima kasih kepada IPB yang senantiasa peduli dan telah menyelenggarakan Jumling. Kegiatan ini meski diselenggarakan sekali dalam setahun di desa kami, namun sangat berharga, khususnya dirasakan oleh para anak yatim di sini,” ungkap Kepala Desa Cihideung Ilir, Atang Suryadilmulya. “Melalui program-program LPPM IPB, warga bisa merasakan bantuan pendampingan dalam berwirausaha, “ tambahnya.

Menanggapi perkataan Atang, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM IPB), Dr.Yusman Syaukat menyampaikan kegiatan Jumling ini merupakan bagian dari upaya IPB untuk membagi ilmu. “Selama ini kampus dianggap layaknya lampu mercusuar, mampu menerangi tempat jauh, namun tidak menerangi wilayah sekitarnya. Diharapkan dengan Jumling, kampus dapat sedikit berkontribusi meningkatkan kesejahteraan warga,” jelas Dr.Yusman.

Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr.Prastowo menyampaikan,  “Sebelum melaksanakan program-program tersebut, kita melakukan identifikasi masalah yang ada dalam masyarakat. Keberhasilan program-program tersebut memotivasi desa lain untuk bergabung dalam binaan IPB. Dari 14 desa lingkar kampus, kini menjadi 17 desa binaan IPB,” tandas Dr.Prastowo.

Menurut Dr.Prastowo, untuk memajukan usaha warga hasil binaan IPB, warga Desa Cihideung Ilir memerlukan lembaga keuangan mikro yang membantu permodalannya. “Bila usaha kecil menengah sudah banyak yang membantu, namun untuk usaha mikro masih belum ada. Banyak juga warga di sini hanya untuk membuka usaha mikro terjerat bank keliling atau rentenir. Saya berharap Dr.Yusman mencarikan jalan keluarnya,” ungkap Dr.Prastowo.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Cihideung Ilir  menyampaikan turut berduka cita atas tragedi penembakan yang menyebabkan meninggalnya dua staf Unit Keamanan Kampus (UKK). “Peristiwa tersebut bukan hanya menggoncang IPB atau masyarakat kita namun juga seluruh Indonesia, “ ujar Atang. Jumling tersebut didahului pemberian tausiyah oleh Waladan Mardijja, SE.Sy dan pemberian santunan anak yatim sebanyak 21 orang. (ris)