Wakil Mentan & Wakil Menkeu Semarakkan Penutupan Dies FEM IPB ke-9
Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, dan Wakil Menteri
Keuangan RI, Dr.Ir.Anny Ratnawati, yang
merupakan keluarga besar Institut Pertanian Bogor, ikut menyemarakkan kegiatan penutupan Dies Natalis Fakultas
Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB ke -9, (30/6) di Auditorium Toyib Hadiwijaya,
Kampus IPB Dramaga, Bogor.
Mereka bertutur pengalamannya
menjadi pejabat negara dan resiko yang dihadapi terhadap jabatan yang sedang
diembannya itu. Mereka dipandu moderator
Ir. Lusi Fauziah, M.Sc.
“Jabatan itu adalah amanah, jadi
harus dijaga dengan baik. Ketika kita menjadi pejabat publik maka kita akan
memiliki tanggungjawab dan resiko yang besar. Dalam menghadapi persoalan
negara, saya selalu berusaha tersenyum apalagi di depan publik. Menangisnya,
nanti ketika pulang ke rumah dan di pelukkan suami,” ujar Anny Ratnawati, yang
diikuti tepuk tangan peserta.
Dr. Anny memberikan sedikit tips
dalam menghadapi segala persoalan yang dihadapinya, yaitu berusaha bersyukur
dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT, dan Ia merasa bangga dengan jabatannya saat ini karena bisa
menjaga dan mengawal anggaran negeri ini.
“Setiap hari, Saya selalu bersyukur
dengan yang diberikan Allah SWT, dan saya selalu berdoa agar ketika mati nanti
dalam keadaan khusnul khotimah,” pesannya.
Sedangkan Wakil Menteri Pertanian,
Dr. Bayu di hadapan para guru besar dan pejabat FEM itu mengungkapkan
kerinduannya terhadap suasana kampus dan rindu terhadap diskusi-diskusi dan
perdebatan-perdebatan segar.
“Saya rindu akan
perdebatan-perdebatan yang segar dan baru, dengan seperti itu bisa memperkaya
pemahaman keilmuan saya,” ujarnya.
Dr. Bayu mengakui, jabatan Wamen
yang diembannya itu hanya sementara, sementara jabatan yang langgeng itu adalah
bahwa Ia merupakan keluarga besar IPB.
“Gunakanlah kesempatan ini agar
civitas akademika IPB bisa memberikan masukan kepada saya dengan seperti itu
akan menambah wawasan keilmuan saya,” ujarnya.
Penutupan Dies FEM
Sementara itu, kegiatan Dies
Natalis FEM yang mengusung tema "Strengthening Entrepreneurship to Enhance
Competitiveness of Indonesian Agribusiness in Facing Free Trade Era",
resmi ditutup oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr.
Yonny Koesmaryono,M.Sc. Penutupan ditandai dengan pemukulan gong oleh Prof.
Yonny didampingi Dekan FEM, Dr. Yusman Syaukat.
“Selamat atas kegiatan Dies Natalis
FEM ke 9, saya berharap FEM bisa menjaga kualitas dan keunikan yang dimiliki.
Saya bangga karena beberapa tahun terakhir ini FEM sudah berprestasi, terbukti
dengan banyaknya calon mahasiswa yang memilih fakultas ini,” ujar Prof. Yonny.
Sebelumnya, Dekan FEM Dr. Yusman
memaparkan tujuan digelarnya Dies ke -9 yang menggelar sekitar 25 kegiatan
dalam 81 hari kerja ini. Ia mengatakan ada lima pokok tujuan utama yaitu,
pengembangan internal FEM agar lebih profesional dalam segi keilmuan demi
terwujudnya kemaslahatan bangsa, membangun sinergi di FEM, meningkatkan
produktivitas dan kreativitas, memperkenalkan dan mempromosikan FEM, serta
memberikan alternatif solusi dalam memecahkan permasalahan agribisnis di era
pasar terbuka.
Dr.Yusman mengatakan, tahun ini FEM
kebanjiran mahasiswa, terbukti dengan banyaknya yang mendaftar sebagai
mahasiswa FEM baik itu S1 atau S2.
“Jumlah mahasiswa FEM untuk program
S1 dan S2 merupakan salah satu yang terbesar di IPB dengan jumlah 2.675
mahasiswa. Terdiri dari 2125 orang mahasiswa S1, dan 545 mahasiswa S2,” ujar
Dekan FEM.
Bukan itu saja, Dr. Yusman
mengatakan, Program Ilmu Ekonomi Syariah yang baru di launching beberapa bulan
lalu itu, kini peminatnya mencapai 700 orang. Padahal yang diterima melalui
jalur SNMPTN itu hanya 30 orang.
Pada acara penutupan ini, juga di
launching buku Orange Book edisi ke 2 dengan judul “Penguatan Kewirausahaan
Untuk Peningkatan Dayasaing Agribinsis Indonesia Menghadapi Era Pasar Terbuka”.
Selain itu juga dibagikan penghargaan kepada para pemenang perlombaan selama
Dies Natalis digelar. (man)
