Peneliti IPB Temukan Suplemen Pakan Penghasil Telur Omega-3 Kaya DHA

Peneliti IPB Temukan Suplemen Pakan Penghasil Telur Omega-3 Kaya DHA

Berita

Peneliti Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB) Prof. Dr.Ir. Iman Rahayu Hidayati S, MS., dan Dr. Komari,  telah menemukan teknologi dalam memproduksi telur  omega-3 kaya docosahexaenoic acid (DHA). DHA adalah suatu asam lemak yang sangat diperlukan tubuh, diantaranya untuk meningkatkan kecerdasan otak anak dan mencegah resiko penyakit jantung koroner serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Hasil penemuan ini dipaparkan Prof. Iman di hadapan wartawan di Kampus IPB Baranangsiang, Bogor. Teknologi ini telah diteliti sejak tahun 1995 dan telah didaftarkan paten sejak tahun 2005. Saat ini sudah mendapatkan sertifikat paten No. ID P 0023652, tanggal 24 Juni 2009.

Prof. Iman memaparkan, teknologi sederhana ini dilakukan dengan memanipulasi pakan yang diberikan pada ayam petelur dengan suplemen omega-3 selama 3 minggu berurutan. Suplemen Omega-3 dibuat melalui proses pengemulsian dan dispersi dari bahan limbah perebusan ikan sarden (yang diketahui mengandung banyak Omega-3, 6 dan 9, serta memiliki kualitas yang bagus dibandingkan dengan sumber Omega-3 dari tanaman) dengan ampas tahu (sebagai filter).

“Jumlah suplemen yang dicampurkan dalam pakan komersial ayam petelur dengan konsentrat sebesar lima hingga sepuluh persen. Pencampuran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu disemprot dan diaduk,” Jelas Prof. Iman.

Menurutnya, dengan konsentrat tersebut, jumlah asam lemak Omega-3 dalam telur meningkat sebanyak 10 kali lipat dari telur biasa tanpa suplemen. Sebagai perbandingan kendungan EPA dan DHA setiap 100 gram telur yang dihasilkan dari ayam yang diberi pakan mengandung suplemen Omega-3, sebesar 404 miligram dan 2816 miligram, sedangkan telur biasa mempunya kandungan EPA dan DHA lebih rendah yaitu 166 miligram dan 239 suplemen. Disamping itu, setiap 100 gram telur yang dihasilkan dari ayam yang diberi suplemen Omega-3 mempunyai kandungan kolesterol lebih rendah (50%) yakni sebesar 147 miligram dibandingkan telur biasa sebesar 259 miligram.

“Keunggulan lain telur tersebut memiliki kemampuan meningkatkan kekebalan tubuh,” tambahnya.

Menurutnya, secara fisik, telur  kaya Omega-3 dapat dibedakan dari telur biasa. Jika dipecah, kuning telur  kaya Omega-3 berwarna lebih merah, yang banyak disukai konsumen untuk pengolahan jenis makanan tertentu. Jika dipisahkan dari putihnya dan diangkat, kuning telur kaya Omega-3 tersebut dapat bertahan di udara 10-15 menit, karena selaput luar dari kuning telur lebih tebal  jika dibandingkan dengan telur biasa, yang tidak bisa bertahan lama dan akan segera jatuh dan pecah.

Harga telur konsumsi saat ini Rp 12.000,-/kg atau Rp 700,- – Rp 750,- per butir. Telur Omega-3 di pasaran Rp 1.500,- – Rp 2.100,- perbutir. Usaha dengan memproduksi telur Omega-3 ini tentu merupakan peluang bisnis baru dan pasar yang strategis dibidik adalah golongan ekonomi menengah ke atas dan komunitas yang peduli dengan kesehatan. Menurut Prof. Iman, IPB tidak lama lagi akan meproduksi telur Omega-3 tersebut melalui satuan unit usaha akademik.(man)