Kementan Bem KM IPB Gelar Konferensi Pertanian Indonesia 2011

Kementan Bem KM IPB Gelar Konferensi Pertanian Indonesia 2011

Berita

Kementerian Pertanian Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Konferensi Pertanian Indonesia (1-2/10) di Auditorium Sumardi Sastrakusumah, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Dramaga, Bogor. 

Mengambil tema Bergerak Sinergi sebagai Tanggung Jawab Bersama dalam Memajukan Pertanian Indonesia, konferensi ini dihadiri sekitar 85 mahasiswa dari 11 universitas di Indonesia yang memiliki fakultas pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan. Diantaranya Universitas Jember, Universitas Siliwangi, Universitas Pembangunan Negara Veteran Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Soedirman, Universitas Padjajaran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Lampung dan Universitas Islam Riau.

Hadir pula beberapa institusi, yaitu KOMISI IV DPR RI, IIBF, Agrina, Perhutani, Ditjen Tanaman Pangan, BPSDM KKP, Balitbang Pertanian, DPN APTRI, P2SDM IPB, BP4K, NASTARI, Koramil dan Kodim Bogor, LPPM IPB, ISMAPETI, PPNSI, HKTI, Kampuskandaglu, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, POSDAYA IPB , Petani lingkar Kampus serta beberapa institusi pertanian lainnya .

Acara dibuka oleh ketua BEM KM IPB, M. Reza Pahlevi dan ketua panitia konferensi pertanian Indonesia, Adhiaksa Noegraha.

“Konferensi ini bertujuan untuk mencari solusi dari berbagai masalah pertanian di Indonesia dari pihak mahasiswa dan stake holder pertanian,”ujar Adhiaksa.

Hadir sebagai narasumber dari berbagai institusi dan praktisi diantaranya Dadan Mulyana S. Hut, M. Si (Dosen Fakultas Kehutanan IPB), dan Ketua Komisi IV DPR RI, M. Romahurmuziy, dan sebagainya. (man)

HASIL KONFERENSI PERTANIAN INDONESIA 2011
BOGOR, 1-2 OKTOBER 2011

Tema : Mengoptimalkan Kontribusi SDM Pertanian untuk Meningkatkan Pertanian yang Berkelanjutan.

  1. Adanya promosi dan kampanye berskala besar dan gencar tentang produk pertanian (dalam arti luas) guna meningkatkan daya jual produk pertanian.
  2. Pengembangan teknologi tepat guna dan pengembangan SDM yang terpadu dan berkelanjutan agar dapat memaksimalkan sumber daya alam dengan baik.
  3. Pembangunan pertanian yang berbasis lingkungan dan kearifan local.
  4. Perlu adanya program Sarjana Menbangun Desa (SMD) yang dapat membantu membangun desa serta dapat membantu sebagai tenaga penyuluh pertanian.
  5. Menggalakkan sekolah khusus pertanian setingkat SMA/SMK.
  6. Adanya bentuk kerja sama yang konkrit antara mahasiswa dan para stake holder pertanian untuk menindaklanjuti kegiatan penelitian dan pengembangan masyarakat yang unik yang dilakukan mahasiswa.
  7. Kerja sama akademisi, pengusaha, pemerintah dan masyarakat yang baik untuk membangun pertanian yang lebih baik lagi.

Tema: Kebijakan Terhadap Permasalahan dan Kesejahteraan Petani

  1. Pertanian merupakan hak dasar untuk memenuhi kebutuhan hidup rakyat dan sebagai identitas suatu bangsa sehingga perlu adanya perhatian khusus dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
  2. Kepastian data diperlukan untuk menunjang kebijakan yang akan diterapkan, baik kebijakan impor maupun untuk para petani.
  3. Koordinasi yang kuat dan kontinu antarkementerian di Indonesia dalam merumuskan suatu kebijakan dan penerapan kebijakan tersebut.
  4. Pengambilan kebijakan satu atap.
  5. Perlu adanya suatu targetan yang ditunjang dengan program yang mendukung.
  6. Adanya bentuk dukungan dan penghargaan kepada petani untuk memotivasi kinerja dalam membangun Pertanian Indonesia.
  7. Memperkuat sistem keamanan dan hukum di bidang pertanian secara luas.
  8. Mengembangkan varietas produk lokal.
  9. Diperlukan adanya pelatihan yang kontinu kepada para petani oleh dinas yang terkait.
  10. Peningkatan kualitas dan kuantitas para penyuluh.
  11. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menunjang Pertanian Indonesia.
  12. Adanya kebijakan mengenai ketepatan penggunaan lahan pertanian untuk mengurangi alih fungsi lahan.

Tema: Tantangan Pertanian Indonesia dalam Menghadapi Perdagangan Bebas AFTA

  1. Mengefisienkan produk pertanian dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas.
  2. Mempermudah akses petani secara finansial, inputan (benih, sarana produksi, sarana infrstruktur), dan subsidi perdagangan sebagai langkah awal menuju perdagangan bebas AFTA.
  3. Perlu dukungan dari pemerintah berupa peningkatan anggaran pertanian.
  4. Memanfaatkan potensi pasar dalam negeri dan internasional dengan meningkatkan daya saing melalui preferensi dari konsumen.
  5. Meningkatkan rasa nasionalisme dengan menggalakan cinta produk Pertanian dalam negeri.
  6. Sinergisasi bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan serta bidang lain yang terkait dalam memajukan Pertanian Indonesia