Tanam Padi, Kembalilah ke Varietas Lokal
Prof. Dr. Budi Indra Setiawan, staf pengajar di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB berkesempatan mengisi acara Dialog Sore RRI di Bogor (6/10). Pada kesempatan tersebut, Prof. Budi memberikan saran tentang bagaimana memanam padi yang baik dengan hasil produksi memuaskan. Prof. Dr. Budi Indra Setiawan menyarankan untuk kembali ke varietas lokal.
”Sumberdaya lokal harus kita kembangkan. Sebetulnya beras Indonesia banyak varietasnya. Sebagai contoh adalah beras Cianjur, beras ini paling bagus di dunia. Harga bersaing dengan varietas Jepang.
Saat ini yang menjadi masalah petani adalah kurangnya hasil produksi pertanian. Hal ini disebabkan karena para petani menerima begitu saja teknologi-teknologi yang datang dari luar tanpa mengetahui akibat negatif yang muncul yang akhirnya memberatkan petani itu sendiri, misalnya penggunaan pupuk pabrik, pestisida dan lain-lain. Ini dalam kurun waktu yang lama akan menyebabkan kerusakan kesuburan tanah.
Satu hal lagi petani saat ini menanam padi identik dengan penggenangan air, sedangkan padi bukan tanaman air, hal itu dilakukan semata-mata hanya menjaga kondisi lingkungan supaya rumput tidak tumbuh, padahal pola tersebut bisa kita ubah dengan menaik turunkan air dan penggunaan pupuknya dapat menggunakan pupuk organik.
Menurutnya saat ini sangat disayangkan karena jarang sekali generasi muda yang mau menjadi petani, padahal pekerjaan ini adalah pekerjaan yang mulia dan memiliki prospek yang baik apabila dapat ditekuni.(dh)
