Tips Memperlakukan Daging yang Baik Digemakan di RRI Bogor

Tips Memperlakukan Daging yang Baik Digemakan di RRI Bogor

Berita
Saat ini daging masih menjadi bahan pangan prestisius bagi sebagian masyarakat. Selain  mahal dan rasanya lezat, daging juga merupakan sumber protein hewani yang baik untuk kesehatan. Tetapi tahukah Anda daging mempunyai sifat mudah rusak, sehingga perlu perlakuan khusus dalam penyimpanannya?
 
Dr. drh. Trioso Purnawarman, M.Si saat jadi narasumber Pakar Institut Pertanian Bogor (IPB) di Siaran Pedesaan RRI, 93.75 FM, Selasa (22/4)mengingatkan, "Daging jika salah dalam penanganannya bisa membahayakan kesehatan. Gangguan kesehatan akibat salah penanganan tersebut diantaranya: sakit perut, muntah-muntah dan diare. Ini karena daging memiliki nilai pH berkisar 5,3 sampai 6,2, aktivitas air  lebih besar 0,98, kadar air 75,5  persen dan kandungan protein mencapai 18 persen.”
 
Dalam kehidupan modern seperti sekarang, banyak yang ingin serba praktis termasuk dalam penyimpanan daging. Apakah Anda termasuk dalam kelompok ini? Jika iya, Dr. Trioso memberikan tips memperlakuan daging yang benar seperti:
 
1. Belilah daging yang sebelum dan sesudah pemotongan diperiksa dokter hewan atau paramedis kesehatan hewan dan menyegerakan diolah atau disimpan dengan baik.
2. Pisahkan daging dengan bahan pangan lainnya.
3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang daging.
4. Menyimpan daging di lemari pendingin pada suhu di bawah -4 derajat celsius. Penyimpanan domba atau kambing segar maksimal tiga hari, daging ayam segar dua hari dan daging giling sehari.
5. Jika ingin lebih lama bisa disimpan dengan dibekukan di freezer dengan suhu lebih rendah -18 derajat celsius, daging sapi dan domba atau kambing segar kuat berkisar 6-9 bulan, daging ayam segar enam bulan, daging giling tiga bulan. (wly)