Mahasiswa Pascasarjana IPB Raih Penghargaan Ford Foundation Terbanyak
Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) meraih penghargaan Ford Foundation terbanyak dalam ajang "The Indonesian Scholarship Dissertation Award (ISDA)". Penghargaan tersebut diberikan kepada 6 orang mahasiswa pascasarjana IPB dalam acara "Apresiasi Prestasi Mahasiswa Penerima Penghargaan Ford Foundation," Senin malam (24/5), di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.
Mereka yang mendapatkan penghargaan dari Program Kerjasama Ford Fondation dan Indonesian International Education Foundation (IIEF) itu adalah, Drh. Bambang Ngaji Utomo, M.Sc. (Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan), Ir. Bethsy J Pattiasina, M.Si. (Ilmu Perairan), Drs. Iwa Mara Trisawa (Entomologi), Ir. Kasutjianingati, M.Sc. (Agronomi), Rizal Alamsyah, MAppSc (Ketekhnikan Pertanian), dan Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si. (Sosiologi Pedesaan).
Karena itu IPB meraih penghargaan terbanyak dengan meraih 6 penghargaan, disusul oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 5 penghargaan, Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan 4 penghargaan, Universitas Indonesia (UI) dengan 2 penghargaan, dan Institut Teknologi Surabaya (ITS), UIN Sunan Kalijaga, Universitas Airlangga, dan IAIN Sunan Ampel masing-masing satu penghargaan.
The Indonesian International Education Foundation (IIEF)/ Yayasan Pendidikan Internasional Indonesia adalah sebuah organisasi pendidikan yang bekerja sama dengan the Institute of International Education (IIE)/ Institusi Pendidikan Internasional. IIE sendiri merupakan sebuah organisasi pertukaran pendidikan swasta nirlaba paling berpengalaman dan terbesar di dunia. Melalui kerja sama ini, IIEF mengadakan berbagai jenis program beasiswa pendidikan baik di dalam dan di luar negeri, termasuk beberapa pelatihan jangka pendek serta program untuk para profesional dan akademisi yang didanai oleh lembaga sponsor internasional. Yayasan tersebut berlokasi di New York. Program beasiswa ini diberikan khusus bagi mahasiwa program doktor untuk penyelesaian disertasi. Yayasan tersebut memberikan sejumlah dana sesuai dengan besarnya biaya disertasi yang diajukan.
Dalam sambutannya, Manager Indonesian International Education Foundation (IIEF), Fenty Agtiffantono, mengatakan, penghargaan ini diberikan guna mendukung mahasiswa Program doktor (Phd) yang proposal penelitiannya dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi perkembangan, masa depan, kemajuan, dan kesejahtaraan masyarakat Indonesia.
Ia mengatakan, ISDA baru pertama kali diadakan di Indonesia dan pelamarnya pada tahun 2009 berjumlah 450 mahasiswa dari 40 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. "Mereka adalah mahasiswa Program doktor yang sudah mulai melakukan disertasi," ujarnya.
Sementara itu, Dekan Sekolah Pascasarjana (SPS), Prof. Dr. Khairil Anwar Notodiputro, dalam sambutannya merasa bangga karena mahasiswa Sekolah Pascasarjana IPB mampu memperoleh penghargaan yang memiliki kriteria inovatif, visioner, terobosan dan berdampak kepada kesejehteraan itu.
"Ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa dan mengungguli perguruan tinggi lain. Ini bukti nyata Mahasiswa Pascasarjana IPB mampu berprestasi. Bagi IPB prestasi itu sudah menjadi tradisi sejak zaman dulu baik nasional maupun internasional, " ujarnya. (man)
