Pemberdayaan Keluarga Di Perdesaan

Pemberdayaan Keluarga Di Perdesaan

Berita

Pemberdayaan adalah pemberian potensi atau menggali potensi yang berujung pada kemandirian atau pemberian kekuatan, bukan pemaksaan kepada masyarakat. “Pengertian ini perlu disampaikan khususnya kepada keluarga miskin yang pengetahuannya rata-rata kurang. Kita hendaknya mengetahui kondidi masyarakat. Jangan kita memberikan sesuatu yang menyebabkan ketergantungan dengan pemberian itu. Seperti pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT),” ungkap Dr. Tien Herawati, Staf Pendidik Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB), saat Siaran Pedesaan RRI yang membahas ‘Pemberdayaan Keluarga di Pedesaan Indonesia’,Senin (05/3) di studio RRI Jl.Pangrango Bogor.

Satu sisi dengan pemberian BLT masyarakat merasa beban hidupnya menjadi berkurang, satu sisi lain program ini tidak mendidik masyarakt mandiri. “Untuk itu sementara ini program BLT dihentikan, digantikan dengan program Program Keluarga Harapan (PKH),” tandas Dr Tien.

Berdasarkan hasil survei Tim Departemen IKK, ada masyarakat ada yang berkeinginan mempunyai usaha sendiri tetapi terkendala dengan modal usaha yang kurang atau jenis usahanya. Hal ini menjadikan pemberian BLT menjadi tidak tepat sasaran. “Kita seharusnya memberikan bagaimana cara membuat kail untuk memancing. Jangan memberikan ikannya, yang sekali makan habis kepada orang yang ingin memancing. Intinya bagaimana kita memberikan potensi, sehingga menjadi kemandirian bukan ketergantungan,” tambahnya.

Alasan mengapa program ini diberikan khusus kepada masyarakat pedesaan bukan masyarakat perkotaan, karena menurut survei pada saat ini tingkat kemiskinan di perdesaan meningkat. Yang sebelumnya 63 persen sekarang menjadi 65 persen. Ini dikarenakan tingkat pendidikan yang masih tergolong rendah. “Oleh karenanya, menyadarkan atau memotivasi masyarakat untuk segera bangkit dengan cara diberi penyuluhan,” ujar Dr Tien.

Program pemberdayaan hendaknya ditekankan kepada ilmu pengetahuan yang mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. “Pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia  lebih baik ditekankan kepada pendidikan bukan pemberian materi. Kita harus optimis dan tetap percaya bahwa segala sesuatu selalu ada solusinya. Asalkan kita tetap berusaha dan memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang telah kita lakukan,” paparnya menutup bahasannya. (Nda)