Penyuluhan LPPM IPB: Bicara Domba di Saung Tani Cihideung Udik

Penyuluhan LPPM IPB: Bicara Domba di Saung Tani Cihideung Udik

Berita

Sejumlah peternak domba dari Desa Cihideung Udik, Purwasari, Sukadamai, dan Petir mengikuti penyuluhan tentang peternakan, Selasa (8/11) di Saung Tani Sumber Harapan Desa Cihideung Udik Kecamatan Ciampea Kab Bogor. Suasana saung yang nyaman plus semilir angin membuat para peserta penyuluhan terlihat menikmati setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber. Penampilan para narasumber yang komunikatif juga semakin memikat para peserta.

Para pemateri yang didaulat oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB selaku penyelengara, dalam sesi pertama adalah Ir. Sri Rahayu,M.Si., dan Iwan Prihantoro dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan (INTP) Fakultas Peternakan yang memberikan penyuluhan cara membuat silase. Sesi kedua dengan materi ‘Pembuatan Kompos’ disampaikan Rais Sonaji,SP,M.Si., dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) LPPM IPB, dan sesi terakhir tentang ‘Kesehatan Hewan Ternak’ oleh Dr.Drh. Kukuh Santoso. Seluruh materi yang disampaikan dilengkapi dengan praktik di lapangan.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Jumling (Jumat Keliling, red) IPB beberapa waktu lalu. Penyuluhan kali ini juga Insya Allah akan terus berkelanjutan. Kami akan melakukan pendampingan kepada para peserta hingga mereka bisa mandiri dan mampu memperkuat ekonomi keluarga mereka,” kata Ketua Pelaksana Penyuluhan LPPM IPB, Dr.Drh. Kukuh Santoso.

Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Dr Prastowo, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan yang digelar saat itu setidaknya membuktikan bahwa kebersamaan IPB dengan warga lingkar kampus tidak berhenti pada acara seremonial dengan Jumling belaka.

“Tapi kita isi dengan kegiatan yang lebih konkrit. IPB bertekad untuk kurangi bicara, dengan menambah karya nyata. Kalau IPB ‘tidur’ tolong bangunkan. Begitu pula kalau masyarakat yang ‘tidur’, IPB akan bangunkan. Kita harus ikhlas saling menerima kritik untuk mencapai kemajuan,” tandas Dr Prastowo.

Dr Prastowo juga menyampaikan empat prinsip guna suksesnya kegiatan tersebut. Pertama, IPB membawa inovasi atau teknologi. Kedua, Inovasi yang dibawa sesuai kebutuhan masyarakat. Ketiga, dengan partisipasi masyarakat, maksudnya dalam hal ini pemain utama adalah masyarakat. Prinsip terakhir, kegiatan tersebut harus bisa dijadikan sebagai model percontohan. “Jika empat prinsip ini bisa kita pegang, manfaatnya bisa kita rasakan,” imbuh Dr Prastowo. (nm)