Kab. Bogor Siap Kembangkan Biogas Tinja

Kab. Bogor Siap Kembangkan Biogas Tinja

Berita

Program Sambung Rasa RRI dengan topik “Biogas Tinja, Mengapa Tidak?” menjadi bahasan menarik pada Senin (15/6) pagi. Acara berdurasi 54 menit ini menghadirkan Pakar Biogas Ir. Salundik, M.Si dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Bogor Ir. Rahmat Rasyidi.  

Acara diawali dengan telewicara atau bicara jarak jauh melalui telepon dengan H. Iskal Humaidi, warga Pasarean Kec. Pamijahan Kab. Bogor. H. Iskal merupakan tokoh masyarakat yang aktif menggerakkan warganya untuk mengelola limbah domestik menjadi biogas. 

Dikatakan H. Iskal, saat ini ada 125 rumah yang pipa septictank-nya masuk ke pipa komunal. Dari jumlah ini, baru dihasilkan biogas untuk 5 rumah tangga saja. 

Sedikitnya biogas yang dihasilkan warga Pamijahan ini, dijelaskan Ir. Salundik, M.Si, bahwa untuk kebutuhan satu rumah tangga idealnya butuh peran 200 orang. Pasalnya, kotoran yang dihasilkan adalah 0,5 kg/orang/hari. 

“Berbeda dengan sapi yang kotorannya mencapai 25 kg/ekor/hari. Selain jumlah yang relatif banyak, kandungan organik pada kotoran sapi lebih bagus. Akan lebih bagus lagi, jika limbah-limbah ini dikombinasikan dengan limbah sayuran,” ujar Ir. Salundik, M.Si. 

Sementara, Ir. Rahmat Rasyidi mengatakan, pihaknya mendukung penuh aktivitas warga Pasarean dalam mengolah limbah domestik. Ke depan, lanjutnya, harus sudah teridentifikasi tempat-tempat yang layak digunakan. 

“Biogas ini sangat situasional. Tidak bisa di semua tempat. Harus evaluasi dulu, daerah mana yang bisa untuk mengolah biogas ini. Sepertinya pemukiman padat. Karena kalau jarang penduduknya, sulit dilakukan,” kata Rahmat. 

Acara yang disiarkan langsung secara nasional ini, membuka line telepon untuk interaktif. Tercatat 5 penelepon dan 5 pesan pendek (sms). Para penelepon ini diantaranya berasal dari Kalimantan, Padang dan Pulau Nias. Mereka bertanya seputar cara mengolah hingga hukum menggunakan tinja untuk  biogas. (nm)