IPB Tuan Rumah Simposium Asosiasi Sagu Asia ke 10

IPB Tuan Rumah Simposium Asosiasi Sagu Asia ke 10

Berita

Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB bekerjasama dengan Asosiasi Sagu Indonesia menggelar acara Simposium Asosiasi Sagu Asia ke 10 dengan tema “Sagu untuk Keamanan Pangan, Bioenergi dan Industri di International Convention Center (IICC) Botani Square, Bogor. 29/10.

Menteri Pertanian RI dalam sambutannya menyampaikan Potensi Sagu Indonesia sangat baik untuk ditingkatkan, apalagi tanaman sagu tidak perlu perawatan dan sangat ramah lingkungan. Menurut Suswono sudah saatnya masyarakat tidak tergantung lagi pada beras karena kita punya bahan pangan lain seperti sagu, sagu memiliki kadar karbohidrat yang sama tingginya dengan beras. Selain itu sagu juga dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif (mie, kue), penyedap makanan, bahan pembuat film dan plastik mudah terdegradasi, industri tekstil, plywood dan glukosa, dan dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternatif (bio etanol).
 
Saya berharap ada rekomendasi yang baik dari symposium ini dan kalangan pengusaha dapat menangkap potensi sagu ini,  mengingat sagu adalah tanaman yang paling efisien dan memiliki banyak manfaat. Selain itu ada daerah-daerah yang harus dikembangkan. Seperti halnya di Maluku sudah ada daerah daerah mandiri pangan, tandasnya.
 
Penyebaran tanaman sagu  meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Luas pertanaman sagu di Indonesia merupakan 60% dari populasi sagu dunia, diperkirakan mencapai 4-6 juta hektar. Populasi per hektar 100–150 pohon atau lebih, dan per pohonnya dapat menghasilkan (250–400) kg pati.

Simposium dibuka oleh Wakil Rektor bidang Bisnis dan Komunikasi, Dr.Ir. Arif Imam Soeroso diikuti penyampaian materi oleh 3 pembicara undangan, yaitu: Prof Dr Sayed Azam Ali dari University of Nottingham, Prof Yoshinori Yamamoto dari Kochi University dan Prof MH. Bintoro dari Institut Pertanian Bogor, kemudian diikuti oleh presentasi oral dan poster.           Hari Kedua simposium akan diawali oleh dua pembicara undangan, yaitu Prof Kopli Bujang PhD dari Universitas Malaysia Serawak dan Dr Dwi Asmono dari PT National Sago Prima, kemudian diikuti oleh diskusi presentasi oral dan poster.

Pada simposium kali ini dipresentasikan 60 makalah oral dan poster, dan dihadiri oleh 72 orang peserta di luar pemakalah. Peserta berasal dari berbagai negara seperti: Jepang, Malaysia, Korea Selatan, dan Pilipina dan peserta Indonesia datang dari berbagai daerah penghasil sagu seperti: Maluku, Papua, Kalaimantan Barat, Sulawesi Tengah, Kabupaten Meranti dan daerah lainnya.

Pelaksanaan semiloka ini didukung oleh: PT National Sago Prima, PT Antam, PT Nusa Ina, Pemda Kabupaten Meranti, Wakil Rektor IV Bidang Bisnis dan Komunikasi, Direktorat Bisnis, Direktorat Riset dan Kajian Strategis, Direktorat Kerjasama dan Program Internasional dan Program Diploma Institut Pertanian Bogor.