Diskusi Pengembangan Gandum di Indonesia
Gandum DWR -162 yang ditemukan oleh Dr.S. Nagarajan dari Indian National Science Academy, New Delhi,India ternyata dapat tumbuh subur di Indonesia.Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang, dalam Presentasi di Ruang Sidang Fakultas Pertanian IPB Kampus IPB Darmaga.
Lebih lanjut ia menyampaikan gandum jenis ini dapat bertahan di daerah-daerah yang tidak bisa ditanami tanaman pangan. Varietas ini telah dicoba dikembangkan oleh Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa tengah.
Dikatakan Wakil Menteri Pertanian RI, Bayu Krisnamurti, keunikan tanaman gandum bisa ditanam pada waktu waktu padi tidak bisa tumbuh. Oleh karena itu potensi ini dapat dijadikan tanaman alternatif untuk pangan tambahan masyarakat di tengah krisis pangan akibat perubahan iklim.
‘’Memang kita tidak bisa berharap banyak dari tanaman gandum ini. Produksi tanaman ini hanya sekitar 2,5 sampai 3 ton per hektar. Untuk mendapatkan satu juta ton saja kita butuh lahan sekitar 334 hektar. Lahannya dimana?’’ujar Wamentan.
Melihat potensi dari gandum DWR-162 Franciscus Welirang,berharap gandum jenis ini bisa dikembangkan di Indonesia. (Dh)
