Hari Ibu di Dialog Sore RRI

Hari Ibu di Dialog Sore RRI

Berita

Seorang anak bertanya pada Allah: Ya Allah kenapa Bundaku suka menangis ? Allah menjawab : “Karena Bundamu seorang Wanita. Aku ciptakan ia sebagai makhluk yang sangat istimewa. Aku kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anaknya.  Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman.  Aku kuatkan rahimnya, untuk menyimpan benih manusia.  Aku teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah.  Aku beri dia rasa sensitif, untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun.  Aku kuatkan bathinnya untuk tetap menyayangi, meski disakiti oleh anak-anaknya atau suaminya sekalipun.  Aku beri kekuatan untuk mendorong suaminya belajar dari kesalahan.  Aku beri dia keindahan untuk melindungi bathin suaminya.  Bundamu adalah mahluk yang sangat kuat.  Jika suatu saat kau melihatnya menangis, itu karena Aku beri dia air mata yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk membasuh luka bathinnya, sekaligus untuk memberinya kekuatan baru”. Selamat HARI IBU…

Memperingati Hari Ibu 22 Desember. Dialog Sore RRI mengangkat bahasan seputar peran wanita dengan menghadirkan narasumber Dr.dr. Sri Budiarti, staf pengajar Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang juga Kepala Poliklinik IPB.  Mengawali pembicaraan, dr. Sri mengatakan bahwa wanita yang identik dengan seorang Ibu, memiliki multi peran.  Oleh karena itu penting sekali bagi Ibu untuk selalu menjaga kesehatan. Karena Ibu yang sehat, akan menjamin keluarga yang sehat.  Masyarakat pada umumnya dan keluarga pada khususnya harus bisa merubah pola hidup, baik dengan memberikan pengetahuan tentang cara hidup sehat, maupun dengan cara lain.

“Pola hidup sehat, saya terapkan dalam keluarga, bagaimana caranya suami dan anak-anak membiasakan makan makanan yang sehat di rumah, tidak ada budaya jajan di luar.  Sebagai seorang Ibu yang ingin mendapatkan hasil permanen, hendaknya kita selalu sabar, syukur, semangat, kontinyu (rutin) dan dipaksakan. Sebagai seorang Ibu yang baik buat keluarga, haruslah selalu menjadi  seorang “Pemberi” buat keluarga, “ paparnya. (ir/wid)