Menjadi Entrepreneur yang Bankable

Menjadi Entrepreneur yang Bankable

Berita

Ada beberapa karakter pengusaha atau entrepreneur yang disukai bank, sehingga kucuran dana pinjamanan bisa dengan segera diraih, malahan jika hubungannya semakin baik, pihak bank pun tidak segan-segan mengucurkan pinjaman berikutnya. Tentu saja ini sangat berati bagi seorang entrepreneur dalam rangka mengembangkan usahanya.

"Terkadang ada salah persepsi antara entrepreneur dengan pihak bank. Persepsi entrepreneur terhadap bank yang berbelit-belit, rumit dan sebagainya atau persepsi bank terhadap entrepreneur yang selalu mengeluh. Pada intinya, persyaratan selain syarat administrasi hanya satu saja, yaitu usaha yang sedang dijalankan menguntungkan dan ada pencatatan," ujar Yunita Resmisari, Analisis Madya BI.

Pemaparan Yunita yang juga Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB angkatan 22 ini dijelaskan pada Talkshow "UMKM Meraih Sukses Bisnis dengan Dukungan Pembiayaan Perbankan," (24/3) di Auditorium Andi Hakim Nasoetion Rektorat, Kampus IPB Darmaga, Bogor.

Kegiatan yang digelar berkat kerjasama antara Bank Indonesia dan IPB ini menghadirkan Pengusaha Sukses Bungkil Kopi dari Lampung ,Muchlas E Bastari, Account officer BSM Lampung, Ahmad Muzakir, dengan moderator Arif Karyadi. Acara ini juga dibuka oleh Deputi Direktur Direktorat Kredit BPR & UMKM BI Y Santoso Wibowo, dan Direktur Kemahasiswaan IPB, Dr. Rimbawan,.

Yunita mengatakan ada beberapa karakter entrepreneur yang disukai bank, pertama, memiliki karakter sederhana, pekerja keras, tekun, tidak cepat putus asa, jujur, terbuka, dan apa adanya.

Kedua, komitmen terhadap usahanya, yaitu terlibat secara langsung, berusaha secara terus menerus dan selalu mencintai pekerjaannya.

Ketiga, peran sosialnya harus bisa berguna bagi orang lain, memiliki prinsip saling kerjasama, jujur dan saling menguntungkan, memiliki banyak teman dan menghindari permusuhan.

Keempat, entrepreneur selalu mengamankan resikonya dengan mengakumulasikan modal dengan menabung dan berupaya mengembangkan modalnya itu.

Sementara itu, Pengusaha Sukses Bungkil Kopi dari Lampung, Muchlas E Bastari, memberikan beberapa pesan kepada peserta yang sebagian besar mahasiswa IPB yang berjumlah sekitar 250 orang itu. Muchlas mengatakan, ketika menjadi entrepreneur harus memiliki beberapa persyaratan mendasar yang harus dimiliki, yaitu loncatan pikiran yang tidak dimiliki oleh orang gagal, memiliki tujuan hidup, inovasi, memulainya dengan segera dan yang terakhir adalah berdo'a.

"Resiko gagal itu pasti ada, saya pun dulu mengalaminya. Pada waktu itu, ketika sedang mengalami kesuksesan, saya terbentur kendala ketika diusung salah satu partai untuk menjadi anggota dewan. Saat itu uang saya habis untuk kepentingan partai, sehingga untuk makan siang sekeluarga saja, saya harus mencari uang di bawah tempat tidur dan menemukan sebanyak Rp 3.000," ujarnya mengenang.

Mulai saat itu, Muchlas kembali ke nol lagi, dan memulai bisnis baru tapi masih serupa dengan bermodalkan uang Rp 10.000 pinjaman dari istri. Hasilnya, sekarang ia sukses dan berhasil mendapatkan kucuran dana dari bank sebesar Rp 150 juta pada Maret 2008 yang lalu. (man)