NAIST dan Kelompok Peneliti Tanaman Obat Indonesia menggelar Half Day Seminar on “Toward Increased Understanding and Utilization of Bio Resources in Indonesia”

NAIST dan Kelompok Peneliti Tanaman Obat Indonesia menggelar Half Day Seminar on “Toward Increased Understanding and Utilization of Bio Resources in Indonesia”

Berita

Half day seminar dengan tema “Toward Increased Understanding and Utilization of Bio Resources in Indonesia” telah berlangsung di Hotel Nikko Jakarta hari Jumat 17 Semptember 2010. Seminar ini diselenggarakan oleh Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan Kelompok Peneliti Tanaman Obat dari IPB, UI dan UGM. Peserta seminar yang hadiri lebih dari 100 orang, terdiri dari berbagai kalangan seperti peneliti dari berbagai institusi di Indonesia seperti kementrian Ristek, LIPI, perguruan tinggi, mahasiswa dan juga pebisnis. Disamping itu juga dari pihak penentu kebijakan pemerintah. Seminar ini dibuka oleh Menteri Riset dan Teknologi RI yang diwakili oleh Prof. Amin Subandrio, staf ahli bidang kesehatan dan obat. Seminar ini diawali dengan pengenalan NAIST, Japan dan kondisi kerjasama NAIST dengan universitas-universitas di Indonesia yang disampaikan langsung oleh Presiden NAIST, Prof. Akira Isogai.

NAIST berdiri tahun 1991 berlokasi di Kansai Science City. NAIST merupakan model baru dari universitas nasional yang hanya mengelola sekolah pasca sarjana saja. NAIST memfokuskan 3 dari 4 topik utama penelitian berdasarkan kebijakan pemerintah Jepang yaitu teknologi informasi, sains biologi dan nanoteknologi, sehingga NAIST hanya mengelola 3 departemen yaitu Information Science, Bioscience dan Material Science. Sebagai universitas riset, NAIST hanya mempunyai 1039 mahasiswa dengan 153 staf akademik dan 70 orang teknisi. Kementrian pendidikan, kultur, olah raga, sain dan teknologi (MEXT) Jepang menganugerahkan NAIST sebagai universitas peringkat pertama dari 86 dalam pencapaian prestasi bidang akademik dan penelitian selama tahun 2006-2009.

NAIST telah banyak melakukan riset dan akademik exchange dengan berbagai institusi di seluruh dunia, meliputi negara-negara di Eropa, Amerika, Asia tengah, Oceania, Afrika dan Asia. Di Indonesia NAIST telah menandatangani MoU dengan Universitas Gajah Mada sejak tahun 2005, dengan IPB sejak tahun 2007 dan dengan UI sejak tahun 2009. MoU tentang kerjasama riset untuk memanfaatkan sumberdaya hayati di Indonesia meliputi: “Exploration of anti-cancer activity of curcuma“ tahun 2006 antara Dr Meiyanto (UGM) dan Prof. Kawaichi (Bioscience); “Genetic improvement of Jatropha by molecular breeding” tahun 2008-sekarang antara Dr Suharsono (IPB) dan Prof. Yokota (Bioscience) yang didanai oleh Japan Society for Promotion of Science (JSPS)  dan Japan Science and Technology (JST) Program serta Nissan Science Foundation (NSF); “Exploration of useful enzymes from bacteria isolated in Indonesia” tahun 2009 antara Dr Malik (UI) dan Prof.

Ogasawara (Information science). NAIST-UI-UGM-IPB telah menandatangani pula agreement of “Implementation on systematization of secondary natural products produced by tropical flora toward medicinal and industrial usage research collaboration” tahun 2009.

Half day seminar ini dipimpin oleh Dr. Suharsono dari IPB sebagai moderator, menyajikan 6 makalah yang terbagi dalam 2 sesi panel. Sesi pertama menampilan Dr Charles Saerang (ketua Asosiasi Jamu Indonesia) memaparkan tentang “Medicinal plant as a source of row materials for making jamu in Indonesia”; Prof. Akiho Yokota (NAIST) menampilkan hasil penelitian tentang “Genetic manipulation of Jathropa” dan Dr Arry Januar (UI) menyajikan topik “Development of database for medicinal use plants in Indonesia”.  Sesi kedua menampilkan pemakalah Prof. Shigehiko Kanaya (NAIST) “Metabolome and Jamu database in NAIST”; Dr Edy Meiyanto (UGM) “Anticancer activity of curcumin” dan Dr Ken Tanaka (Toyama University) “Jamu research in Japan”.