Timor Leste Gandeng IPB Kerjasama di Bidang Perbenihan
Republik Democratic Timor Leste menggandeng Bagian Ilmu dan Teknologi Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam menyelenggarakan study tour dan training bidang perbenihan. Kerjasama ini dimulai sejak tahun 2008. Saat itu, Kementrian Pertanian dan Perikanan Timor Leste mengundang Dr Asep Setiawan sebagai konsultan di Seed of Life (SOL) di negara tersebut. Program SOL merupakan program yang mendapat pendanaan dari Australian Centre for International Agricultural Research ( ACIAR) dan The Australian Agency for International Development (AUSAID).
Dari kerjasama ini telah digelar tiga kali training perbenihan. Training pertama dengan topik "Seed Technology" diselenggarakan awal tahun 2008. Training kedua diselenggarakan April 2008. Training ini mengundang Prof Dr Ir Satriyas Ilyas untuk mengisi topik "Seed Quality, Enhancement, and Treatment" di Dili. Training ketiga yang bertajuk "Seed Production, Handling and Storage" ini diikuti sebelas staf SOL Timor Leste pada tanggal 22-31 Mei 2009. Kesebelas peserta tersebut antara lain: Luis Almeida, Agostinho Alves, Rafael Feliciano, Odete Ximenes, Basilio Da Silva Pires, Cipriano Martins, Dorilanda da Costa Lopes, Mario da Costa, Paulo Soares, Rita Gusmao, dan Natalia de Orleans
Training meliputi kuliah, praktikum dan kunjungan lapang di beberapa instansi dan industri benih di Indonesia. Materi training mencakup produksi (identifikasi dan sertifikasi), penanganan (praktek pengolahan dengan mesin Air Screen Cleaner dan pemilahan, seed tratment dan penyimpanan) benih. Kunjungan lapang dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dan PT Sang Hyang Seri (Persero). Selain itu melakukan studi banding ke petani penangkar benih padi di Cianjur dan Sukabumi.
Untuk memberi gambaran bagaimana Program Benih Penjenis dan Benih Dasar di Indonesia. Kunjungan di bertujuan untuk memberi gambaran industri benih padi yang maju dengan sistem mekanisasi yang canggih. Selain itu peserta juga melakukan studi banding.
Panitia training yang diketuai Kepala Bagian Ilmu dan Teknologi Benih IPB Prof Dr Ir Satriyas Ilyas, MS ini melibatkan Dr Endang Murniati, Dr Faiza C.Suwarno, Dr Endah R. Palupi, Dr Eny Widajati, Dr Asep Setiawan, Dr M.R. Suhartanto, Dr Memen Surahman, Ir Jan Barlian, MSc, Maryati Sari, SP, MS, Rana Yasmina R.,SP, Rahmat, dan Ama. Peserta training mengungkapkan kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM Timor Leste dalam pengembangan perbenihan di negaranya.
Di samping menyelenggarakan training, Bagian Ilmu dan Teknologi Benih juga mengkoordinir pelaksanaan study tour yang terfokus pada aspek agronomi pada tanaman pangan dan hortikultura, pasca panen, ilmu tanah, peternakan, dan mikrobiologi. Study tour dengan topik "Study Tour for Visit Research of Crop, Horticulture, Post Harverst and Husbandry in Indonesia" diselenggarakan pada tanggal 14 – 30 Juni 2009. Sedangkan institusi yang dikunjungi antara lain: Balitbiogen, Balitnak, Soil Research Center, PKBT, Balai Besar Pasca Panen, Balai Inseminasi Buatan, BPPT Bioteknologi, dan Balai Besar Penelitian Sayuran.
Keseriusan Timor Leste untuk meningkatkan sumber daya manusia perbenihan juga tampak dari pemberian beasiswa studi ke IPB. Tercatat seorang staf SOL Luis Branco telah berhasil menyelesaikan program S2 Program Kekhususan Ilmu dan Teknologi Benih, Program Studi Agronomi, Sekolah Pascasarjana IPB dan seorang lagi sedang melaksanakan studi D3 di Program Keahlian Teknologi Industri Benih, IPB. (*/ris)
