Kuliah Di Diploma IPB, Dosennya Perhatian

Kuliah Di Diploma IPB, Dosennya Perhatian

Berita
Kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) semula tidak terpikirkan Muhammad Saidil Umarey. Kuliah di luar Palembang merupakan mimpi yang susah untuk dijangkau, apalagi dengan kondisi ekonomi keluarganya yang sangat minim. Tapi, Saidil tidak menyerah. Dengan beasiswa yang diberikan PT. SMART Tbk, akhirnya Saidil bisa kuliah di luar Palembang, apalagi kuliah di universitas yang sering dilihat di televisi yaitu IPB.
 
“Selama kuliah di IPB, banyak yang membuat saya kagum, terutama di program keahlian yang saya ikuti, yaitu Perkebunan Kelapa Sawit.  Suatu kebanggaan karena semester awal sudah dibimbing seorang professor dalam mata kuliah tertentu. Saya juga bangga diajar dosen-dosen  alumni perguruan tinggi dari Jepang, Jerman dan Amerika. Semua dosen tersebut sangat perhatian,” ujar Saidil.
 
Dengan motivasi keluarga dan adik-adiknya yang masih kecil, Pria yang berhasil menyabet IPK 3,81 dan lulusan terbaik Program Perkebunan Kelapa Sawit, Diploma IPB ini bertekad harus lulus di IPB dengan hasil yang terbaik untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan adik-adik serta dapat mencapai cita-cita yang diidamkan.  
Sementara itu, Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc saat memberikan sambutan dalam Wisuda dan Penyerahan Ijazah Tahap II Program Pendidikan Diploma IPB tahun Akademik 2012/2013 mengatakan IPB kembali mempersembahkan lulusannya sebagai sumberdaya manusia yang berkualitas dan siap membangun sektor pertanian dalam arti luas. Kegiatan ini digelar di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga, Rabu (13/11). Pada hari itu sebanyak 588 lulusan ahli madya IPB diwisuda.
 
Untuk mendukung kualitas lulusan yang dihasilkan pendidikan tinggi khususnya lulusan diploma, menurut Rektor IPB, perlu dikembangkan sistem kebijakan dalam penyusunan kurikulum dan kemampuan lulusan sesuai kompetensinya.  Ini sesuai dengan kurikulum nasional yang telah dikeluarkan pada tahun 1994 dan disejajarkan dengan kurikulum inti serta institusional pada tahun 2002 yang  menitikberatkan  penggunaan Taxonomi Bloom. Kurikulum ini menyelaraskan faktor kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan), dan afektif (sikap, nilai, minat) untuk menghasilkan kompetensi (learning outcomes) dengan penguasaan dan keterampilan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) 80 persen dan interpersonal skills serta intrapersonal skills (20 persen).  “Berdasarkan hal tersebut, Saya berharap lulusan Diploma IPB mempunyai kompetensi level lima sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sehingga bisa berdaya saing di dunia bekerja,” kata Rektor IPB. (wal)