Ditmawa IPB Gelar Pelatihan Penulisan Karya Tulis Populer dan Pembuatan Film Dokumenter
Menulis karya tulis populer di media masa gampang-gampang susah. "Kalau dibilang gampang, nyatanya tak semua menteri pernah menjadi penulis artikel di media," demikian kata Redaktur Opini Koran Tempo, Kelik M. Nugroho saat Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan, Institut Pertanian Bogor (IPB) Sabtu (29/9) di Ruang Kuliah Fakultas Ekologi Manusia Kampus IPB Darmaga.
Beberapa kriteria tulisan opini atau ilmiah popular menurut Kelik antara lain: aktual, berdasar data, dan ringkas. Aktualitas masalah bisa diketahui dari kepala-kepala berita yang dimuat di berbagai media atau peristiwa rutin.
Dosen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB sekaligus penulis lepas ilmiah populer di berbagai media masa nasional, Dr.Arif Satria menambahkan keuntungan menjadi penulis, "Pertama, menulis karya ilmiah populer merupakan upaya untuk mensosialisasikan pemikiran ke publik. Kedua, karya ilmiah populer merupakan advokasi kebijakan pemerintah. Ketiga, karya ilmiah berperan sebagai dokumentasi pemikiran. Keempat, karya ilmiah populer yang dimuat di media massa menambah uang saku kita karena mendapat honor."
Dalam sambutannya, Direktur Kemahasiswaan, Dr. Rimbawan menjelaskan latar belakang kegiatan ini. "Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer merupakan bagian dari Program Hibah Kemahasiswaan untuk pengembangan softskill mahasiswa IPB," ujar Dr. Rimbawan. Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa sekaligus mengembangkan citra pertanian sehingga banyak yang tertarik untuk berkarya di bidang Pertanian.
Di tempat terpisah, hal senada disampaikan Rimbawan pada Pelatihan Pembuatan Film Dokumenter. Pembicara Pelatihan film dokumenter yakni Alex Sihar (Produser dan Sutradara Kontinen), Maulana Christanto dan Yhanuar Ismail P. (ris/nUr)
