Indolivestock Expo: Pentingnya Penguatan Sumberdaya Lokal
Institut Pertanian Bogor (IPB) ikut serta dalam Indo Livestock Expo and Forum di JCC Jakarta, Rabu (4/7). Di ajang pameran yang sudah digelar untuk ke tujuh kalinya ini, IPB mengambil tema “Empowering Local Resources for Sustainable Animal Production, Animal Health and Animal Welfare”.
Bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pengunjung mengenai kegiatan pendidikan dan penelitian di IPB, setiap harinya stand IPB menggelar berbagai demo produk diantaranya demo Diagnostik Mastitis Subklinis oleh Prof. Dr.drh. Mirnawati Sudarwanto; Uji Cepat Flu Burung pada Unggas oleh Prof. Dr.drh. Retno D Soejoedono, Pengujian Kualitas Semen pada Ternak oleh Prof. Dr. Dra. Iis Arifianti; dan Bioteknologi Reproduksi pada Hewan oleh drh. Makh. Fahrudin.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian, Banun Harpini, saat membuka pameran, Kementerian Pertanian RI menjamin pasokan bahan kebutuhan pokok dan daging untuk Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2012 aman.
Terhadap kenaikan harga bahan pokok di pasar yang saat ini berada di kisaran dua persen dinilainya masih dalam batas wajar. “Kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas kewajaran, di mana tingkat kenaikan harga masih dibawah dua persen. Memang ada kenaikan harga beberapa bahan pokok karena sifatnya psikologis menjelang Ramadhan. Harga bawang putih, cabai, dan telur ada kenaikan sedikit," kata Banun.
Untuk menjamin ketersediaan daging selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri pemerintah telah memajukan kuota impor daging sapi untuk triwulan III dan IV tahun ini ditarik ke bulan Juli guna mengantisipasi kelangkaan daging pada Hari Raya. Banun menambahkan ada sejumlah komoditas pangan lain yang diperkirakan mengalami kenaikan harga menjelang puasa antara lain bawang putih dan cabai. Namun kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang puasa tersebut relatif masih dalam taraf wajar karena sebagai dampak psikologis meningkatnya permintaan di masyarakat.
Menurutnya, pemerintah akan terus mengevaluasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya. Sejauh ini, menurut dia, tak ada yang perlu dikhawatirkan terkait dengan pasokan pangan.
Awal pekan ini Badan Pusat Statistik mengumumkan inflasi Juni sebesar 0,62 persen. Inflasi ini didorong oleh kenaikan harga bahan makanan, seperti cabai merah, bawang putih, dan daging ayam ras.
Sementara itu menyinggung masih rendahnya konsumsi daging di dalam negeri, Banun mengatakan, konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia seperti daging ayam, daging sapi, telur, susu dan lain-lain relatif juga masih rendah. "Oleh karena itu perlu diupayakan peningkatan konsumsi protein hewani tersebut karena hal itu juga akan mendorong penambahan produksi," katanya.
Saat ini konsumsi daging ayam per kapita masyarakat Indonesia sebanyak 7 kg/tahun, lebih rendah dibandingkan Malaysia yang sudah mencapai 36 kg/kapita/tahun. Begitu juga konsumsi telur dalam negeri saat ini sebanyak 80 butir/kapita/tahun masih di bawah Malaysia yang sudah mencapai 311 butir/kapita/tahun.(zul***)
