Pendaftar UTM IPB Meningkat Dua Kali Lipat

Pendaftar UTM IPB Meningkat Dua Kali Lipat

Berita

Dibandingkan tahun lalu, pendaftar Ujian Talenta Masuk Institut Pertanian Bogor (UTMi) tahun ini meningkat dua kali lipat, dari  sekitar seribu menjadi 2.221 pendaftar. “Peningkatan jumlah pendaftar ini  terjadi karena dua faktor. Pertama, sosialisasi UTM yang dilakukan IPB selama ini ke berbagai daerah terbilang masif. Kedua, jadwal pelaksanaannya yang tepat dan mengakomodir peserta yang tidak lolos baik dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan maupun tertulis,” ungkap Ketua Pelaksana UTMi, Ir.Lien Herlina, M.Sc di tengah-tengah pelaksanaan UTMi, Sabtu (14/7) di Kampus IPB Darmaga.

Ujian UTMi tahun ini diselenggarakan di empat lokasi yakni: Bogor, Medan, Makassar dan Surabaya. Para peserta UTMi hari itu bersaing  ketat untuk  memperebutkan sekitar 300 bangku mahasiswa di IPB.
 
Untuk mengantisipasi kebocoran soal UTMi, panitia pelaksana sengaja melakukan pencetakan pada  dini hari pada hari-H. Setiap tahun soal ujian pun dibuat berbeda dengan dua versi. Hal ini dilakukan, menurut Lien Herlina untuk meminimalisasi usaha contek-mencontek antar peserta.  Para panitia pun dibekali berbagai kiat untuk mendeteksi perjokian.
 
Lebih lanjut Lien mengatakan, masyarakat umum seringkali salah memahami  UTMi itu merupakan jalur mandiri yang diselenggarakan IPB.  Padahal, UTMi sebenarnya hanya salah satu dari lima jalur masuk ke IPB. “Selama ini masyarakat memahami UTMi itu ujian mandiri, padahal bukan. IPB itu dalam menjaring calon mahasiswa baru berkualitas melalui lima jalur antara lain: SNMPTN undangan, SNMPTN ujian tertulis, Beasiswa Utusan Daerah (BUD), Prestasi Internasional Nasional (PIN) dan UTMi. Melalui UTMi, IPB menjaring calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan atau talenta leadership dan entrepreneurship,” papar Lien.

Ujian mandiri seringkali dikonotasikan sebagai jalur masuk ke suatu perguruan tinggi tertentu dengan keharusan membayar sejumlah biaya tinggi. Sementara biaya pendidikan di IPB tidak ada perbedaan antara mahasiswa yang masuk dari kelima jalur tersebut, kecuali BUD. “Biaya pendidikan BUD agak sedikit berbeda karena menyesuaikan kesepakatan dengan pihak sponsor. Umumnya pihak sponsor meminta IPB agar  para mahasiswa BUD yang terikat dinas dengan sponsor dibekali keahlian khusus. Tentu saja, ini berimplikasi terhadap  biaya pendidikan,” jelas Lien yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan Akademik IPB ini. (ris)