Dapatkan Tiket Private Dinner With Ir. Ciputra
Pagi ini (7/5) ratusan mahasiswa IPB memenuhi Auditorium Andi Hakim Nasoetion Rektorat Kampus IPB Darmaga. Hal ini terkait dengan digelarnya Seminar “Be a Real Entrepreneur” hasil kerjasama Exsom Club (klub otonom mahasiswa extensi dari Departemen Manajemen FEM IPB) dengan panitia Young Entrepreneur Award (YEA). Acara ini digelar dalam memeriahkan Dies Natalis FEM IPB ke-8. Menurut Ir. Mimin Aminah, M.Si Ketua, staf pengajar Departemen Manajemen FEM IPB sekaligus Ketua Panitia Seminar ini mengatakan bahwa seminar ini sejalan dengan visi IPB yang pernah dinyatakan oleh Rektor IPB Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc yakni 40% lulusan dari IPB akan dicetak menjadi entrepreneur.
Sementara itu, kegiatan YEA 2009 ini sudah menginjak tahun ketiga dan selama dua tahun IPB merupakan perguruan tinggi yang paling banyak mengirimkan proposal bisnisnya. Hal ini terungkap saat Pietra Sarosa RFA, MSM (Strategic Manager Sarosa Consulting Group ) salah satu anggota dari tim seleksi YEA menjadi pembicara seminar.
“Untuk tahun ini, 3 pemenang terbaik dari masing-masing kategori akan mendapatkan tiket privat dinner dengan Ir. Ciputra. Nah dari sinilah kita akan leluasa berdiskusi dengan Ir. Ciputra. Tahun ini juga kami rancang ada 4 kategori yakni untuk kategori Business Ideas, kategori pemula (usahanya kurang dari 2 tahun), kategori utama dan kategori celebrity sehingga membuat persaingan menjadi lebih fair,” ujar Pietra.
Hadiah yang ditawarkan pun menarik untuk Kategori Business Ideas. Selain sejumlah dana, para pemenang juga mendapatkan award dan sertifikat. Dari pembawaannya yang menarik ini, Pietra berhasil menggali ide-ide brilian dari mahasiswa IPB, beberapa mahasiswa sudah mempunyai usaha sendiri. Diantaranya ada mahasiswa yang ingin membuka dokter resto, yakni restoran yang mengakomodasi masyarakat yang mempunyai masalah dengan pola makan. Misalnya, apabila pelanggannya punya penyakit diabetes maka restoran tersebut akan menyediakan makanan yang sesuai untuk penderita diabetes.
Sementara itu, dilatarbelakangi dengan pengangguran terbuka di Indonesia tahun 2008 yang mencapai 9,4 juta jiwa dan terdiri dari 4.5 juta adalah pengangguran terdidik dimana 60 %-nya adalah Sarjana. Hal ini terjadi karena belum berjalannya konsep link and match antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Dunia pendidikan kita masih berbasis pada product oriented, lebih fokus menghasilkan lulusan berkualitas dari sisi akademis. Semestinya, basis pendidikan kita lebih pada labour market based.
Berangkat dari uraian diatas, Harian Bisnis Indonesia dengan dukungan dari Commonwealth Bank terpanggil untuk turut mendukung tumbuhnya jiwa entrepreneurship di Indonesia melalui kegiatan Young Entrepreneur Award (YEA). Berbeda dengan YEA sebelumnya, YEA’09 ini dirancang sedemikian rupa sehingga diharapkan bisa menjadi program yang tidak sekadar memberikan apresiasi dalam bentuk award, tetapi juga dapat memberikan motivasi dan memberi tambahan pengetahuan demi kesuksesan yang lebih sustainable. Contohnya adalah adanya program Innovation Camp (IC) bagi para pemenang YEA’09 dan program pendampingan melalui coaching secara sistematis. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ir. Pramono D Fewidarto, MSi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kewirausahaan (P3K) LPPM IPB.(zul)
