Memanen Air dan Mengatasi Banjir

Memanen Air dan Mengatasi Banjir

Berita

“Hujan adalah berkah bukan musibah yang harus disyukuri, karena kalau tidak ada hujan bagaimana kita jadinya nanti. Air adalah sumber kehidupan. Hanya yang perlu diingat adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan air hujan ini agar menjadi cadangan  yang akan dipanen pada saat musim kemarau nanti”.

Demikian dipaparkan Dr. Ir. Idung Risdianto, Staf Ahli Departemen Meteorologi dan Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)-IPB, mengawali perbincangan  dalam Dialog Interaktif di RRI Bogor baru-baru ini.

Dr Idung mengatakan, memanen air dan mengatasi banjir adalah kata-kata bijak yang mudah diucapkan, tetapi cukup sulit dalam pelaksanaannya.

“Ada tiga aspek yang menjadi penyebab banjir. Pertama, aspek fisik yaitu faktor fisiologi lahan, faktor sosiologi dan kebudayaan dalam hal ini adalah attitude dan perilaku masyarakat, dan aspek  kelembagaan, baik lembaga formal maupun informal.  Perilaku banjir di Bogor umumnya adalah banjir bandang yang disertai dengan longsor, tapi ada juga yang sifatnya sesaat, karena mungkin drainase yang kurang baik. Seperti di daerah Pasar Anyar,  begitu hujan selesai maka selesai pula banjirnya,” urai Dr Idung.

Lebih lanjut Dr Idung menjelaskan, untuk aspek fisik, pemerintah dinilai kurang memperhatikan mengenai tata kota dan tata ruang. Akibatnya sekarang ini tidak bisa lagi menentukan daerah resapan air, karena daerah tersebut sudah penuh dengan bangunan.  

Daerah-daerah penyangga seperti wilayah sepanjang kali yang mengaliri dan berhulu di Bogor, areal resapannya sedikit sekali, sehingga begitu curah hujan tinggi, debit air meningkat dan resapan tidak ada, maka akan timbul banjir di hilir.

Jadi jelaslah, apabila intensitas hujan di Bogor tinggi, Jakarta akan terkena langsung dampak banjir tersebut. Oleh karena itu, perlu ketegasan dari pemerintah atau lembaga terkait untuk lebih tegas mengenai aturan-aturan lahan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga masyarakat sadar bahwa bahaya banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga-lembaga tertentu. Bahaya banjir adalah tanggung jawab  kita semua warga Bogor yang sayang pada kotanya,” pungkas Dr Idung. (Irma)