FMIPA IPB Undang Peneliti Tanah Air untuk Diskusi Sains

FMIPA IPB Undang Peneliti Tanah Air untuk Diskusi Sains

Berita

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) IPB Dr Sri Nurdiati membuka secara resmi Seminar Nasional Sains ke-5, Sabtu (10/11) di Aula Common Class Room (CCR) Kampus IPB Dramaga Bogor. Seminar yang mengambil tema “Sains Sebagai Landasan Inovasi dalam Bidang Energi, Lingkungan, dan Pertanian Berkelanjutan” ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
 
Dr Sri menjelaskan, Seminar Nasional Sains adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh F-MIPA IPB sejak tahun 2008. Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan peneliti-peneliti dari berbagai institusi pendidikan dan penelitian, baik perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga penelitian dari seluruh Indonesia untuk memaparkan hasil-hasil penelitian terkait penerapan sains pada inovasi bidang energi, lingkungan, dan pertanian berkelanjutan.
 
“Melalui kegiatan seperti seminar ini, semoga bisa menjadi wadah untuk saling bertukar informasi dan ide-ide  inovasi yang mampu menyelesaikan ragam masalah yang tengah dihadapi bangsa ini. Dengan demikian penelitian yang kita lakukan tidak hanya berhenti di kelas atau di lab, tetapi dapat bermanfaat bagi umat manusia,” terang Dr Sri.
 
Hadir dalam kesempatan ini adalah Dr Robert Manurung, staf ahli di Pusat Penelitian Energi ITB yang menyampaikan keynote speech “Pengembangan Sistem Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan”.
 
Menurutnya, inovasi berbasis sains terkait agroekologi, proses dan siklus biogeokimia, transformasi tenaga surya menjadi energi kimiawi, efisiensi nutrisi dan air, pemuliaan benih dan pemanfaatan keragaman hayati, pengendalian hama dan penyakit, penginderaan jarak jauh dan teknik-teknik pendukung lainnya masih sangat diperlukan untuk pengembangan pertanian-bioindustri berkelanjutan.
 
Persoalan terkait penanganan material biomassa juga perlu dicermati, mulai dari saat panen, saat pasca panen, saat pengolahan, trasnportasi dan sistem rantai pasok produk. “Sisi yang harus dikaji tersebut mungkin menjadi batu sandungan pengembangan pertanian-bioindustri terpadu. Namun bila dapat ditangani dengan baik, akan menjadi sektor jasa pendukung bioindustri yang juga menjadi kegiatan yang memberi kesempatan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi di perdesaan,” pungkas Dr Robert Manurung.
 
Sementara itu, dalam plenary session hadir Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Dr Edwin Aldrian, Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia Dr Budi Tampubolon, dan Dr Tony Ibnu Sumaryada dari Departemen Fisika F-MIPA IPB. (nm)