Workshop PKGA: Perdagangan Orang Masih Marak di Cianjur dan Bogor

Workshop PKGA: Perdagangan Orang Masih Marak di Cianjur dan Bogor

Berita

Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB menggelar workshop “Pentingnya Pengintegrasian Gender dalam Program Pendidikan dan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang”, Rabu (16/11) di Hotel Amaris Jln Pajajaran Bogor. Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya digelar PKGA sejak diresmikan pembentukannya pada tanggal 4 Oktober 2011.

Workshop ini dilakukan dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di tiga wilayah strategis, yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor. Ketiga wilayah ini merupakan penyumbang kejadian Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) cukup tinggi di Provinsi Jawa Barat.

“Untuk mengatasi hal tersebut, perlu mengintegrasikan Pengarusutamaan Gender di dalamnya, agar permasalahan TPPO dapat diatasi secara tepat sasaran dan dengan koordinasi beragam satuan kerja perangkat daerah,” kata Kepala PKGA LPPM IPB Dr Titik Sumarti, MS.

Dalam workshop yang dibuka oleh Kepala LPPM IPB Prof Bambang Pramudya ini, fokus kepada pencegahan TPPO diarahkan untuk dilakukan melalui jalur pendidikan. “Untuk itu pencegahan TPPO melalui pendidikan nasional harus merupakan leading sector,” imbuh Dr Titik.

Terungkap, bahwa TPPO dewasa ini semakin marak terjadi. Hal ini disebabkan berbagai faktor, diantaranya adalah karena semakin terorganisirnya para pelaku TPPO. Para pelaku ini melakukan berbagai cara dan berbagai modus operandi untuk dapat menjerat calon korban. Perempuan dan anak merupakan kelompok yang sangat rentan menjadi korban TPPO.

Dalam workshop ini, perwakilan dari Kab Cianjur, Kab Bogor dan Kota Bogor berbagi pengalaman dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kab Cianjur, Hj. Yana Rosdiana, SH,MH., secara tegas mengatakan kebodohan dan kemiskinan menjadi faktor utama terjadinya trafficking. Karenanya, kata istri Bupati Cianjur ini, pendidikan dan penyediaan lapangan pekerjaan menjadi hal utama untuk dipikirkan bersama sebagai upaya pencegahan. (nm)