Pentingnnya Peran Penilai Sapi Perah

Pentingnnya Peran Penilai Sapi Perah

Berita



Dialog Sore RRI

 

Kualitas susu sapi, tidak terlepas
dari kualitas sapinya itu sendiri. Maka dari itu, untuk melihat apakah kualitas
sapi itu baik atau tidak, maka diperlukan keahlian khusus di dalam menilainya. Pekerjaan
inilah yang tidak boleh terlewatkan ketika kita ingin meningkatkan kualitas
susu sapi perah.

Di sinilah peranan seorang penilai
sapi perah, dimana Ia harus bisa menilai apakah sapi itu akan bisa menghasilkan
susu dengan kualitas yang baik atau tidak. Ternyata menilainya bisa dilakukan
dengan mata telanjang dan mengamati bagian-bagian tertentu dari tubuh sapi. Pekerjaan
ini tidak bisa dikerjakan sembarang orang. Si penilai sapi perah butuh
pengalaman dan ilmu pengetahuan khusus.

Begitu dipaparkan oleh Pria Sembada
dan Angga Prasetya dalam Dialog Sore RRI (8/6) di RRI Cabang Bogor, Pangrango,
bersama presenter RRI Dita Maharani.

Mereka adalah mahasiswa Fakultas
Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor yang berhasil meraih juara pertama
pada Kontes penjurian sapi perah untuk kelompok maupun perorangan pada kategori
pelajar dan mahasiswa. Sementara itu Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB meraih
juara ketiga. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Dewan Persusuan Nasional, di
BPPT Cikole Lembang beberapa waktu lalu.

Pada kategori perorangan, mahasiswa Fapet, Pria
Sembada berhasil menjuarai kontes ini. Mereka mendapatkan Thropy, Sertifikat
dan uang pembinaan 1 juta rupiah. Sementara untuk kelompok mendapatkan uang
pembinaan sebesar 2 juta rupiah.  Kontes
ini diikuti berbagai perguruan tinggi, (diantaranya, Universitas Gadjah Mada
(UGM), Universitas Padjajaran  (Unpad),
Universitas Dipenogoro (Undip), IPB).

“Mempelajari ilmu menilai sapi perah itu relatif lama,
dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Ketika melihat sapi pun kita
tidak bisa langsung melihat dengan sekejap mata, kecuali bagi mereka yang sudah
ahli,” ujarnya.

Menurut mereka, sapi yang memiliki kualitas susu
yang baik bisa dilihat dari beberapa kriteria diantaranya adalah, genetik, tinggi
badan, lebar dada, kedalaman tubuh, kaki belakang yang tidak terlalu menyudut
atau lurus (sedang) ambing (kokoh atau tidak), lebar pinggul dan sebagainya.
(man)