CEO Forum Hadirkan Toyota
Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis (MB) IPB kembali menggelar CEO Forum di Ruang Mahoni, Gedung MB IPB (29/7). Kali ini mendatangkan CEO dari PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Made Dana Tangkas dengan "The Toyota Way"-nya. Hadir juga Dr. Ir. Anas M. Fauzi, M.Eng. Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama IPB.
"IPB ingin mengadopsi Corporate Culture yang sudah diterapkan oleh Toyota menjadi kegiatan sehari-hari untuk meningkatkan produktivitas agar cita-cita IPB menjadi universitas berbasis riset bertaraf internasional menjadi nyata," tandas Dr. Anas saat membuka acara.
Di depan pimpinan dan ratusan mahasiswa MB IPB, Made menjelaskan Toyota Production System & Lean Operations ; A Key Strategy To Business Competitiveness. Tema yang diusung tersebut diambil dari buku "The Toyota Way" yang berisi dua pilar dan lima nilai universal.
"The Toyota Way adalah nilai-nilai manajemen umum dan budaya corporate yang di dalamnya terdapat dua pilar yakni Continuous Improvement dan Respect for People. Sedang lima nilai universal yang sudah diterapkan di perusahaan kami yakni respect, team work, challenge, kaizen, dan genchi genbutsu. Kaizen berarti melakukan yang terbaik atau hari ini harus lebih baik dari kemarin dan genchi genbutsu berarti melihat realita atau seperti istilah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," jelas Made.
Dengan menerapkan atau membudayakan dua pilar dan lima nilai tersebut, PT.Toyota berkembang pesat seperti sekarang dimana PT. Toyota mempunyai 52 manufacturing company di 27 negara dan 140 negara menjadi distributornya.
Dalam forum yang dimoderatori oleh Direktur MB IPB, Dr. Ir. Arif Daryanto, M.Ec. ini dijelaskan juga 4P model dari Toyota Way, yakni Philosophy-nya harus berpikir jangka panjang, Process-nya harus menghilangkan pemborosan, People Partners-nya memberikan respek, tantangan dan tumbuh berkembang, Problem Solving-nya mencari tahu hal yang lebih baik dan belajar agar menjadi lebih baik.
Toyota Way dengan system kaizen-nya hampir mirip dengan sistem Gugus Kendali Mutu (GKM) yang sudah diterapkan di Indonesia, kaizen yang ada di Jepang mempunyai 5R yang mengispirasi yakni, rapi, ringkas, resik, rawat dan rajin. "Di Toyota selain 5R tersebut, kita ada yang disebut PDCA (Planning, Do, Check, Action) sama halnya dengan sistem kendali mutu yang ada di Indonesia, namun yang perlu ditanyakan dalam GKM ini planning-nya sudah kuat apa belum," jelasnya ketika ditanya salah seorang tentang efektif tidaknya sistem kaizen bila diterapkan di Indonesia. (zul)
