P2SDM IPB Gelar Konvensi Posdaya Regional Jawa Barat dan Lampung

P2SDM IPB Gelar Konvensi Posdaya Regional Jawa Barat dan Lampung

Berita

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (P2SDM-LPPM IPB)  bekerjasama dengan Yayasan Damandiri menggelar Konvensi Posdaya Regional Jawa Barat dan Lampung, Sabtu (19/11).  “Kegiatan ini dihadiri lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari unsur kader posdaya Jawa Barat dan Lampung, mahasiswa KKN tematik Posdaya, sepuluh perguruan tinggi di Jawa Barat dan Lampunng penggiat Posdaya (IPB, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Ibn Khaldun Bogor, Universitas Suryakancana Cianjur, Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Subang, Universitas Wiralodra Indramayu, dan Universitas Lampung), dan swasta,” ungkap Ketua Yayasan Damandiri,  Prof. Haryono Suyono.

Keterlibatan berbagai unsur dalam konvensi ini merefleksikan kepedulian kongkrit banyak pihak tentang pentingnya membangun masyarakat dengan konsep pemberdayaan. Keberhasilan posdaya diukur dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat dalam setiap kegiatannya. “Dalam jangka panjang Posdaya diharapkan dapat membantu pemerintah mengurangi tingkat kemiskinan di suatu wilayah,” lanjut Prof.Haryono. Melihat potensi dan peran strategis Posdaya sebagai wadah pemberdayaan masyarakat di  tingkat akar rumput yang mendasari kegiatannya dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat, maka papar  Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) ini, dalam jangka panjang Posdaya perlu dikembangkan secara bersama baik pemerintah, swasta, perbankan, TNI/Polri, Lembaga Swadaya Masyarakat dan sebagainya.

Ketua P2SDM LPPM IPB, Dr. Ir. Puji Mulyono, MS menyampaikan kegiatan riil Posdaya di lapangan antara lain: 1) bidang pendidikan (Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD), pustaka warga, Tempat Pendidikan Alquran, Majlis Ta’lim), 2) bidang kesehatan (Posyandu, pos pembinaan terpadu lanjut usia, kesehatan reproduksi, kelas gizi), 3) bidang ekonomi (lembaga keuangan mikro, koperasi, pengembangan Usaha Kecil Menengah/UKM), 4) bidang lingkungan (kebun bergizi, pengolahan sampah,  biopori, rumah sehat). “Mulanya Posdaya ini tidak sepenuhnya diterima masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang mencurigai Posdaya merupakan  kegiatan dari kelompok partai politik tertentu. Namun setelah diberikan sosialisasi mereka mengerti,” kata Dr.Puji.

Selain dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah, IPB juga bermitra dengan perusahaan swasta dalam pengembangan Posdaya melalui Corporate Social Responsibility (CSR) seperti: PT.Akzo Nobel, PT.Indocement, PT.Nutrifood dan Rumah Zakat. (ris)