IPB Signs an MoU with REDD Internasional for Collaborative Research Programs
Direktorat Riset dan Inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Seminar Internasional, di IPB Internasional Convention Center, Senin (10/2). Seminar ini terselenggara berkat kerjasama antara, IPB dengan Kopenhagen University , Denmark dan Hanoy University, Vietnam.
Seminar ini dilakukan untuk mengurangi aktivitas penebangan hutan sembarangan. Selain itu, untuk memberikan insentif bagi negara berkembang yang berhasil mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan. REDD merupakan mekanisme internasional yang bersifat sukarela dan menghormati kedaulatan negara. REDD merupakan salah satu kegiatan mitigasi perubahan iklim di sektor kehutanan.
Seiring waktu, REDD melahirkan REDD+. REDD+ atau reducing emissions from deforestation and forest degradation and enhacing carbon stocks in developing countries (pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dan penambahan cadangan karbon hutan di negara berkembang). Ini dapat meningkatkan upaya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.
Direktur Riset dan Inovasi IPB, Prof. Iskandar Zulkarnaen berharap melalui seminar ini anggota peserta menemukan skema penelitian tepat dalam upaya pengurangan emisi deforestasi, degradasi hutan dan penambahan cadangan karbon hutan di negara berkembang.
Kerjasama penelitian ini akan diikuti mahasiswa S3 dari Indonesia, Denmark dan Vietnam di bawah skema supervisi internasional REDD. Selain itu, penelitian diarahkan untuk menganalisis regulasi REDD+, mengembangkan aturan, akses ke hutan, cara memberikan kompensasi masyarakat sekitar hutan yang menggantungkan hidupnya dari hutan. (ddh)
