IPB – QS Gelar International Workshop Becoming a World Class University

IPB – QS Gelar International Workshop Becoming a World Class University

Berita

IPB bekerja sama dengan QS (Quacquarelli Symonds) menyelenggarakan workshop dengan judul Becoming a World Class University, (21/8) di IPB International Convention Center. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Kantor Manajemen Mutu IPB, Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB serta IICC.

QS (Quacquarelli Symonds) adalah salah satu institusi terkemuka yang setiap tahun menyelenggarakan perankingan perguruan tinggi di dunia. QS setiap tahun bekerjasama dengan Times Higher Education Supplement (THES) mempublikasikan ranking perguruan tinggi di dunia yang dikenal dengan versi Times Higher Education-QS World University Rankings. Perankingan ini berbasis pada Peer Review Score yang diikuti sekitar 3000 perguruan tinggi di dunia.

"Perguruan tinggi di Indonesia yang umumnya memiliki visi menjadi perguruan tinggi kelas dunia (world class university) terus didorong oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Oleh karena itu workshop ini penting bagi perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini juga memanfaatkan momentum peningkatan anggaran pendidikan mulai tahun 2009 menjadi 20% dari total anggaran APBN," ujar Kepala Kantor Manajemen Mutu IPB, Dr.Ir. Agus Purwito, M.Sc.Agr.

Dipaparkannya, ada tiga kriteria yang sering digunakan oleh perguruan tinggi sebagai perguruan tinggi kelas dunia, yaitu: 1) excellence in education, 2) research, development and dessimination of knowledge and 3) activities contributing to the cultural, scientific and civil life of society.

"Workshop ini membahas tentang beberapa hal penting yang harus diketahui oleh perguruan tinggi, antara lain; metodologi perankingan baru yang dilakukan oleh QS, data collection, strategi untuk mendapatkan ranking, peran kualitas dan kuantitas penelitian di perguruan tinggi dalam perankingan," katanya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional, Prof.Dr.Bambang Sudibyo, saat diwawancara mengatakan, beberapa perguruan tinggi sudah bisa masuk dalam daftar 500 terbaik dunia, padahal hanya didukung dengan memberikan otonomi yang lebih besar, memberikan status BHMN dan rangsangan anggaran yang sangat sedikit dari pemerintah. .
"Jadi, dengan hanya memberikan lingkungan yang kondusif mereka sudah bisa masuk daftar ranking 500. Untuk urusan bagaimana mendongkrak ranking, itu sepenuhnya diserahkan kepada mereka, karena mereka yang paling tahu caranya,' ujar Mendiknas.

Selain Mendiknas, hadir juga Sekjen Diknas, Prof. Dodi Nandika, Dirjen Pendidikan Tinggi, Dr. Fasli Djalal, Rektor IPB, Dr.Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., Asia Regional Director, Dr. Mandy Mok, QS, Mantan Presiden University of Malaya, President International University College, Malaysia, Dato Prof. Dr. Hasim Yaacub, Elsevier Publisher, Dr. Lee Inn Beng, Vice President Asean Institute of Technology Dr. Peter Haddawy, 52 orang perwakilan dari perguruan tinggi negeri dan swasta, serta pejabat tinggi IPB lainnya. (man)