Akses Informasi Pertanian Akan Semakin Mudah

Akses Informasi Pertanian Akan Semakin Mudah

Berita

Dalam waktu dekat, petani dapat mengakses informasi tentang pertanian lewat
hand phone (HP). Hal ini ditegaskan Direktur E-Business Departemen Komunikasi
dan Informasi (Depkominfo RI), Sri Cahaya Khoironi saat memberikan materi dalam
seminar nasional Kebijakan dan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi
untuk Peningkatan Daya Saing Agribisnis, di Seameo-Biotrop (6-7/8).

Sekarang dengan berkembangnya Technology
Information
(IT) para peminat dan peneliti mulai berpikir dalam
meningkatkan daya saing pertanian dengan aplikasi IT untuk diseminasi teknologi
untuk membantu pengambilan keputusan di instansi pemerintah.

Sementara
Sekjen Deptan Hasanuddin Ibrahim menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, Deptan
siap bekerjasama dengan Depkominfo dalam menyiapkan informasi pertanian.
"Bila kerjasama ini berjalan lancar, informasi seputar pertanian dapat
disebarluaskan kepada publik," ujar Hasanuddin seraya menambahkan,
informasi pertanian sangat penting untuk meningkatkan daya saing agribisnis di
Indonesia.

”Penyebaran informasi untuk petani dengan menggunakan HP atau SMS masih
dalam taraf penelitian dan masih dalam bentuk rancangan. Intinya bertujuan
untuk membantu petani dalam menentukan harga produknya, jangan sampai ditipu
oleh tengkulak karena tidak tahu harga di pasaran.” ujar Dr. Ir. Setyo Pertiwi,
Ketua Panitia Seminar yang juga staf pengajar di Departemen Teknik Pertanian.

Menurutnya,
seminar yang digelar oleh Himpunan Informatika Pertanian Indonesia (HIPI), IPB
dan Deptan dengan dukungan dari Depkominfo ini bertujuan untuk
mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian supaya hasil tersebut dapat
diaplikasikan. Dan menjadi forum untuk pertukaran informasi tentang
perkembangan pemanfaatan teknologi informasi di bidang pertanian di Indonesia,
serta mendiskusikan arah pengembangan lebih lanjut untuk mencapai kekokohan,
produktivitas dan kelangsungan sektor pertanian Indonesia, dan ujungnya
ketahanan dan keamanan pangan di Indonesia.

HIPI yang saat ini diketuai oleh Prof. Dr.Ir. Kudang Boro Seminar merupakan
wadah berhimpunnya para akademisi, peneliti, praktisi dan peminat bidang
pertanian yang sekaligus memiliki minat dan perhatian pada teknlogi informasi
dan komunikasi untuk bidang pertanian (informatika pertanian), untuk secara
bersama meningkatkan kompetensi dan kemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi bagi pengembangan bidang pertanian dalam arti luas di Indonesia.

Dalam salah satu rangkaian acaranya, seminar ini juga mensosialisasikan
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dalam sosialisasi
tersebut terungkap bahwa pengguna IT saat ini sebanyak 1,6 milyar di seluruh
dunia, untuk Indonesia sendiri sudah mencapai 30 juta user aktif dan diyakini akan naik menjadi 40 juta user aktif tahun depan.

”Indonesia merupakan satu-satunya negara yang belum mempunyai payung hukum
untuk melindungi pengguna IT. Sehingga UU ITE menjadi penting dalam mencegah
terjadinya cyber crime,” ujar Joko dari
Depkominfo.(zul)