Grand Opening Hotel Santika Bogor di IICC
Pada (5/2) bertempat di IPB International Convention Center, Bogor, dilangsungkan grand opening Hotel Santika Bogor. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng, penyerahan kunci serta pemotongann pita di depan hotel oleh Rektor IPB, Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., didampingi Executive Chairman Kompas Gramedia, Jakob Oetama, CEO Kompas Gramedia sekaligus Direktur Executive Utama PT Grahawita Santika, Agung Adiprasetyo, Direktur Utama PT Grahawita Cendekia, Ir. Reddy Hartadji, serta GM Hotel Santika Bogor, Agus Triono.
Jakob Oetama dalam sambutannya mengatakan, kerjasama antara IPB yang berlatar belakang pendidikan dengan Kompas memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Secara sekilas, menurutnya kerjasama ini aneh dan jauh dari paradigma bisnis yang ada selama ini. Namun, setelah dipikir lebih lanjut, ternyata ada argumen yang bisa dipertanggungjawabkan. ”Pertanian dengan hotel agak jauh berbeda, tapi ada titik pertemuannya yaitu sama-sama memberikan pelayanan sebaik mungkin, sehingga pelanggan menjadi puas,” ujarnya.
Hal senada dilontarkan Rektor IPB dalam sambutannya, dimana kerjasama ini memiliki 3 hal yang unik. Pertama dilakukan oleh dua lembaga yang memiliki integritas yang tinggi, memiliki intelektual yang tinggi, serta kedua lembaga ini sama-sama memberikan pelayanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
”Saya berharap Kompas dapat mempromosikan dan meningkatkan branding pertanian dalam arti luas di Indonesia, karena media masa memiliki peranan penting di sini. Di dalamnya harus diisi dengan program-program yang memperkuat pertanian yang meliputi ketahanan pangan, energi, lingkungan hidup, ekonomi dan sebagainya, “ ujar Rektor. Ditandaskan Rektor bahwa pertanian itu wajib hukumnya, dan media masa pun wajib mendukung semangat cinta terhadap pertanian.
”Di tengah krisis keuangan finansial dunia, pertanian merupakan salah satu solusinya. Dengan seperti itu kita bisa membuat pasar dalam negeri yang kuat, sehingga akan menjamin economic skill yang efisien, harga pokok produksi yang rendah dan mutu yang tinggi,” ujar Rektor.
Pembangunan area Botani Square (Hotel Santika, Mall, IICC) menurut Rektor IPB, merupakan hasil dari IPB menjadi PT BHMN yang kemudian diperkuat dengan UU BHP, dimana perguruan tinggi lebih otonomi dan dapat mengelola aset dengan leluasa. Pengelolaan aset ini dalam rangka meningkatkan mutu kegiatan akademik. ”Tidak ada artinya otonomi tanpa peningkatan mutu, “ tandas Rektor. Rektor pun mengatakan, dengan bertambahnya hotel di Bogor, diharapkan dapat mendukung Kota Bogor sebagai kota tujuan wisata internasional.
Sekda Kota Bogor pun mengharapkan kehadiran Hotel Santika yang menambah jumlah hotel di Bogor yang berjumlah 5 hotel berbintang dan 38 hotel non bintang dengan jumlah kamar seluruhnya 1205 kamar ini, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga Bogor dengan memberikan kesempatan dan melibatkan pemasok bahan baku dari Bogor dan mengikutsertakan tenaga kerja lokal.
Hotel Santika berbintang 3 di Bogor ini memiliki 143 kamar dan dilengkapi dengan meeting room yang dapat menampung 150 orang, restaurant, lobby lounge, executive club lounge, kolam renang, fitness center dan untuk para businessman tersedia fasilitas business center dan high-speed internet access untu menunjang kegiatan bisnisnya.(man)
