Universitas Obihiro Jepang Jajaki Kerjasama dengan IPB
Universitas
Obihiro, Jepang mengirimkan lima
delegasinya untuk melakukan penjajakan kerjasama dengan Institut Pertanian
Bogor (IPB), Senin (7/6) di Kampus IPB Darmaga.
Kelima delegasi universitas yang
fokus pada bidang peternakan dan kedokteran ini diantaranya : Prof.
Kazutaka Umetsu, Prof. Takaki Yumosiro,
Prof. Junichi Takahashi, dan Prof.
Takehiro Nishida. Mereka disambut hangat Wakil Rektor Bidang Riset dan
Kerjasama IPB, Dr.Anas Miftah Fauzi,
Dekan Fakultas Peternakan, Dr.Luki Abdullah, Kasubdit Kerjasama Direktorat Kerjasama dan Kasubdit
Program Internasional, Direktorat Program Internasional Dr.Ir. Alinda Fitriany
Malik Zain, M.Si dan drh. Muhammad Agil, M.Sc.Agr dan para peneliti IPB.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Kazutaka
Umetsu memaparkan produksi biogas dari kotoran ternak di Jepang. “Kotoran ternak atau sapi yang berbentuk
padat dibuat kompos, sedangkan yang berbentuk cairan dibuat kompos cair atau
difermentasi menjadi gas metana (biogas). Pada tahun 1975 pabrik biogas di Jepang dikombinasikan dengan
panel pembangkit listrik dari tenaga surya. Di Jepang, setiap hari seekor sapi
menghasilkan 65 kilogram kotoran,” kata Prof. Kazutaka. Biogas dari kotoran
ternak ini dapat dicairkan menjadi gas seperti Liquid Petroleum Gas (LPG).
Sebanyak 65 kilogram setara 11, 2 mega
kalori kilogram atau satu kilogram LPG
atau 2,8 kilogram karbondioksida.
Prof.Takehiro menambahkan universitas
mereka telah meneliti pemanfaatan limbah industri minuman teh hijau berupa cacahan daun teh. “Daun teh
dari industri minuman kami tampung, kami
sterilkan dari bakteri patogen, lalu dimasukkan ke drum besar untuk
difermentasikan. Setelah tiga bulan daun teh tadi kami campurkan dengan pakan
ternak lain. Walhasil, pemberian limbah daun teh lebih dari 15 persen mampu mengurangi
produksi metan dalam kotoran ternak. Selain
itu meningkatkan produksi daging, karena kandungan proteinnya lebih tinggi di
banding pakan biasa,” jelas Prof. Takehiro. Upaya pengurangan gas metan ini
penting untuk membantu pelepasan gas metan ke udara dan menekan laju efek rumah
kaca. Keunggulan lain, daun teh lebih menguntungkan karena murah, bagus untuk
kesehatan, dan bisa dijadikan pangan daur ulang.
Dr.Anas mengatakan kemungkinan
kerjasama dengan Universitas Obihiro difokuskan pada bidang peternakan,
pertanian, dan kedokteran hewan. “Kerjasama yang akan dijajaki hendaknya
benar-benar bermanfaat bagi IPB, jangan sampai kita nantinya hanya membantu di
lapang dan mengurusi perizinan, “ tandas Dr.Anas. Sebagai moderator acara
ini Kepala Kantor Manajemen Mutu IPB Dr.
Drh. Srihadi Agungpriyono yang juga alumni Universitas Obihiro. (ris)
