Tak Lagi Dijual Apa Adanya, TEP IPB University Ajak Pelaku UMKM Merauke Olah VCO Jadi Minyak Urut Khas Papua

Tak Lagi Dijual Apa Adanya, TEP IPB University Ajak Pelaku UMKM Merauke Olah VCO Jadi Minyak Urut Khas Papua

vco-tak-lagi-dijual-apa-adanya-tep-ipb-university-ajak-pelaku-umkm-merauke-olah-jadi-minyak-urut-khas-papua
Berita

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mengolah virgin coconut oil (VCO) menjadi minyak urut khas Papua bernilai jual lebih tinggi. 

Upaya ini dilakukan lewat pengenalan etnomedisin dan pengembangan ekosistem bisnis berbasis kearifan lokal (15–16/10) di Kampung Urumb. Kegiatan diikuti 40 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, kader pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga PKK, dan kader posyandu.

Ketua TEP IPB University, Dr M Iqbal Irfany, menekankan pentingnya identitas lokal dalam pengembangan produk unggulan.

“Sebagai upaya pemanfaatan ekonomi, produk unggulan daerah dari Papua, khususnya Merauke, harus menampilkan sisi khas etno dari daerah tersebut. Misalnya VCO, tidak hanya sebatas menjadi VCO, tetapi dengan menambahkan buah merah atau tanaman lokal lainnya, sehingga menjadi produk yang memiliki ciri khas tersendiri berbasis budaya lokal,” ujarnya.

Agar produk berciri khas itu mampu bersaing, hari pertama diisi Sekolah Pengembangan Ekosistem Bisnis dan Sociopreneurship. Peserta dibekali strategi pemasaran, cara meningkatkan nilai tambah, serta pengembangan produk unggulan dari bahan baku lokal, seperti kelapa, pisang, dan hasil perikanan.

Praktik Membuat Minyak Urut
Pada hari kedua, peserta mengikuti Sekolah Etnomedisin bersama Dr Bayu Febram Prasetyo, Asisten Bidang Pengelolaan Kemitraan dan Inkubator Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) IPB University. Peserta mempraktikkan langsung pembuatan minyak urut khas Papua dengan VCO sebagai bahan dasar, ditambah minyak cengkeh, olive oil, ekstrak buah merah, dan minyak sereh merah.

Melalui praktik ini, peserta melihat bahwa VCO yang biasa dijual apa adanya dapat diolah menjadi produk perawatan tubuh bernilai jual lebih tinggi. Peserta juga dikenalkan dengan tahapan perizinan produk, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga pendampingan perizinan UMKM melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Respons Peserta
Mulyati Kaize, salah satu pelaku UMKM, menyambut antusias kegiatan ini. “Produk ini nantinya dapat memberikan nilai tambah lebih untuk dijual, tidak sebatas VCO saja, tetapi bisa diolah lebih lanjut menjadi produk seperti kosmetik. Harapannya, dari kegiatan ini produk yang kami jual lebih beragam dan memiliki ciri khas,” ungkapnya.

Ichsan, guru SMKN 11 Merauke, berharap kegiatan ini berlanjut. “Saya sangat berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi ke depannya dapat berlanjut melalui kolaborasi dengan sekolah,” tuturnya.

Tim Ekspedisi Patriot IPB University akan menindaklanjuti kegiatan ini melalui pendampingan pengembangan produk serta penjajakan kolaborasi bersama SMK dan kelompok UMKM setempat, agar bahan alam lokal di Distrik Semangga menjadi produk bernilai tambah yang berciri khas Papua dan memperkuat ekonomi keluarga. (*/Rz)