CIBEST IPB Dampingi Petani dan Pesantren di Lamongan dari Teknologi Budi Daya hingga Kelembagaan Koperasi

CIBEST IPB Dampingi Petani dan Pesantren di Lamongan dari Teknologi Budi Daya hingga Kelembagaan Koperasi

cibest-ipb-dampingi-petani-dan-pesantren-di-lamongan-dari-teknologi-budi-daya-hingga-kelembagaan-koperasi
Berita

Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) IPB University bersama Bank Indonesia membekali petani Desa Canggah, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, dengan teknologi budi daya presisi “IPB Prima”, sekaligus menguatkan koperasi dan pengolahan limbah di Pondok Pesantren (PP) Sunan Drajat. 

Upaya ini bagian dari Program Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren Berbasis Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan dua hari. Dengan pendampingan ini, petani disiapkan menjadi mitra penyedia gabah berkualitas bagi Rice Milling Unit (RMU) Pesantren Sunan Drajat.

Sekolah Lapang Budi Daya Presisi
Sekolah Lapang Budi daya Padi di Desa Canggah difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis petani lokal. Tim CIBEST IPB memaparkan penerapan teknologi budi daya presisi IPB Prima untuk memitigasi dampak El Nino dan pergeseran musim tanam.

Materinya meliputi varietas presisi unggulan, penataan populasi sistem Jajar Legowo, pemupukan berimbang berbasis bagan warna daun (BWD), dan bioimunisasi. Peserta juga meninjau lima titik demonstration plot (demplot) seluas 7.500 m² dari total area 1,5 hektare milik petani lokal.

Dampaknya dirasakan petani. Risfandi, tokoh petani Desa Canggah yang lahannya dijadikan lokasi demplot, mengungkapkan, “Kemitraan ini menjadi solusi nyata bagi para petani di Desa Canggah. 

Selain mendapatkan ilmu baru tentang varietas unggul dan penanganan kendala hama, seperti wereng dan tikus, kami kini memiliki kepastian pasar untuk menjual hasil panen ke RMU PP Sunan Drajat dengan harga yang adil.” 

“Pendampingan dari tim IPB membuat kami lebih siap dan mantap menghadapi awal musim tanam,” imbuh Risfandi.

Koperasi dan Pengolahan Limbah
Hari kedua di PP Sunan Drajat berfokus pada penguatan kelembagaan koperasi dan pengelolaan limbah pascapanen.

Sekretaris CIBEST IPB University, Rahmat Yanuar, SP, MSi mengulas tata kelola koperasi pesantren di bawah PT Perekonomian PP Sunan Drajat, dengan merumuskan alur penerimaan gabah yang transparan, kontrak kemitraan yang adil, serta rencana aksi 90 hari.

Sarfat yang juga perwakilan CIBEST IPB University memaparkan konsep ekonomi sirkular untuk mengolah sekam, dedak, dan jerami menjadi pakan ternak dan media tanam bagi maggot. Ia juga membahas peluang beras fortifikasi dari beras menir, serta standar operasional prosedur (SOP) gudang dan kemasan food grade berteknologi vakum.

Direktur HRD, Auditing, dan CSR PP Sunan Drajat, Barik, menyambut baik pelatihan ini untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) di unit bisnis pesantren.

“Sinergi antara PP Sunan Drajat dan gabungan kelompok tani di tengah ancaman krisis iklim El Nino merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengembangan SDM di semua lini demi kemaslahatan umat,” tuturnya.

Integrasi transfer teknologi budi daya di tingkat petani dengan penguatan kelembagaan koperasi pesantren oleh CIBEST IPB University, Bank Indonesia, PP Sunan Drajat, dan petani ini diproyeksikan menjadi model percontohan nasional kemandirian ekonomi berbasis pondok pesantren dan penopang ketahanan pangan berkelanjutan. (*/Rz)