Kolaborasi dengan BPOM RI, Tim KKNT Keamanan Pangan IPB Dampingi UMKM Raih Izin PIRT dan NIB
Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Keamanan Pangan IPB University yang berlangsung di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, sukses memfasilitasi penerbitan izin usaha untuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Melalui pendampingan intensif, tim berhasil memfasilitasi 22 dokumen PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan empat dokumen NIB (Nomor Induk Berusaha). Tim juga merancang ulang desain label kemasan yang lebih menarik dan informatif untuk setiap usaha, serta memperluas jangkauan pasar digital melalui pendaftaran mitra ojek online.
Berbagai produk lokal yang kini telah resmi mengantongi legalitas usaha tersebut meliputi keripik bawang, peyek, sagon bakar, roti bun, nastar, kastengel, hingga tepung mocaf yang menjadi komoditas unggulan Desa Cinangka.
KKNT Keamanan Pangan merupakan program kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Program ini melibatkan 200 mahasiswa yang tersebar di 20 desa. Di Desa Cinangka, sebanyak 10 mahasiswa IPB University dari berbagai disiplin ilmu menyiapkan program Lentera Pangan dengan dua fokus sasaran: pendampingan pelaku usaha dan edukasi masyarakat setempat.
“Kami menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi 11 UMKM setempat mengenai standardisasi pengolahan pangan yang aman, bersih, dan sehat. Kami juga memberikan pendampingan secara personal (one-on-one) ke setiap pemilik usaha,” papar Kevin Moses, salah satu perwakilan tim KKN.
Kehadiran program ini disambut antusiasme tinggi dari warga setempat. Dali, salah satu pelaku UMKM pangan siap saji ayam kremes menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih, insyaallah ilmu ini sangat bermanfaat bagi kami semua pelaku UMKM di Desa Cinangka.”
Apresiasi serupa diungkapkan Dede Cumantini, pemilik usaha Pinang Kitchen. Ia menilai pendampingan dari mahasiswa sangat membantu perkembangan bisnisnya. “Alhamdulillah, sertifikasi PIRT sudah selesai sehingga kami siap mencari cuan dan siap berkolaborasi dengan mitra-mitra yang lebih luas,” ungkap Dede.
Bentuk Kader Keamanan Pangan Desa
Selain itu, tim KKNT juga membentuk 10 Kader Keamanan Pangan Desa (KKPD) Cinangka sebagai penggerak yang akan melanjutkan edukasi dan pendampingan keamanan pangan secara berkelanjutan di masyarakat.
Bersama kader, mahasiswa melaksanakan Bimtek Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di SD Negeri Cinangka 04, karang taruna, serta posyandu mengenai keamanan pangan, kebiasaan cuci tangan, dan penerapan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa).
Akbar, siswa kelas V SD Negeri Cinangka 04 menyatakan kesannya dengan antusias, “Terima kasih, Kakak-Kakak. Sekarang aku jadi tahu kalau beli makanan tidak boleh asal. Aku harus lihat kemasan, tanggal kedaluwarsa, dan pilih jajanan yang bersih supaya tetap sehat.”
Melalui program KKNT Keamanan Pangan, kolaborasi ini berhasil memperkuat budaya keamanan pangan sekaligus membangun keberlanjutan melalui hadirnya KKPD yang siap melanjutkan edukasi dan pendampingan secara mandiri. (*/Rz)
