PKSPL IPB Perkuat Kapasitas Masyarakat Perlang dalam Rehabilitasi Terumbu Karang
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI dan United Nations Office for Project Services (UNOPS) memperkuat kapasitas masyarakat Desa Perlang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam rehabilitasi terumbu karang melalui Pelatihan Rehabilitasi Terumbu Karang Level Masyarakat (17–20/9).
Sebanyak 30 perwakilan masyarakat dari berbagai elemen mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam pemantauan serta rehabilitasi terumbu karang ini. Mereka berasal dari karang taruna, kelompok sadar wisata (pokdarwis), kelompok nelayan, BUMDes, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK), serta komunitas setempat.
Kepala PKSPL IPB University, Prof. Yonvitner, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan rehabilitasi ekosistem pesisir. “Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membekali peserta sebelum pelaksanaan rehabilitasi terumbu karang yang rusak. Keberhasilan rehabilitasi tentu membutuhkan kerja sama dari seluruh pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran mengenai ekologi terumbu karang, peran ekologis, ancaman terhadap ekosistem, indikator kesehatan karang, serta teknik pengamatan dan pengumpulan data. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik lapangan, termasuk transplantasi terumbu karang pada 19 dan 20 September 2026, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman langsung dalam pelaksanaan rehabilitasi.
Koordinator Nasional SCS-SAP UNOPS, Drs Heru Waluyo Koesworo, MCom, berharap hasil rehabilitasi dapat menjadi aset yang dimiliki dan dipelihara masyarakat Desa Perlang.
“Hasil rehabilitasi diharapkan menjadi ownership bagi desa untuk dipelihara dan dikembangkan sebagai aset wisata secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Aditya Yuniarti, ST, MM, dari Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Wilayah Pesisir dan Laut, menekankan pentingnya pemeliharaan pascarehabilitasi.
“Hasil monitoring sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian karang hasil transplantasi masih tertutup gulma, sehingga kami mengharapkan masyarakat bersama-sama menjaga dan melakukan pemeliharaan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PKSPL IPB University mendorong terbentuknya kapasitas masyarakat yang mampu berperan dalam pemantauan dan rehabilitasi terumbu karang secara berkelanjutan. Upaya tersebut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)(SDGs) melalui penguatan pengetahuan masyarakat, pemulihan ekosistem pesisir, dan kolaborasi multipihak. (*/Rz)
