IPB University dan BRIN Luncurkan INNOBRIDGE, Perkuat Ekosistem Kolaborasi Riset dan Inovasi
IPB University bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan INNOBRIDGE: Innovation Network of BRIN–IPB for Research, Development, and Global Excellence sebagai platform penguatan kolaborasi riset, inovasi, dan pengembangan talenta untuk menjawab kebutuhan nasional serta tantangan global.
Peluncuran berlangsung di Gedung Inkubator Bisnis Halal, Science Techno Park (STP) IPB, Kampus Taman Kencana, Bogor, Kamis (17/9).
Kegiatan tersebut dihadiri dan diresmikan oleh Kepala BRIN, Prof Arif Satria, bersama Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet.
Kehadiran INNOBRIDGE menjadi kelanjutan dari rekam jejak kolaborasi kedua institusi yang sebelumnya telah diwujudkan melalui berbagai skema, antara lain Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), Pusat Kolaborasi Riset (PKR), serta Program Riset Invitasi Strategis (PRIS). Atas kolaborasi tersebut, BRIN juga memberikan penghargaan kepada IPB University sebagai Top Kolaborator 2021–2024.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, mengatakan INNOBRIDGE diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan riset dan inovasi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengatasi kesenjangan antara hasil riset, inovasi, hilirisasi, dan pemanfaatannya.
“INNOBRIDGE ini adalah jembatan yang kita harapkan bisa menyambungkan antara riset, inovasi, dengan kebutuhan di masyarakat,” ujar Dr Alim.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam, biodiversitas, talenta, dan potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut perlu diperkuat melalui riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan dan memberikan manfaat nyata.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BRIN, Prof Arif Satria, mengatakan bahwa penguatan kolaborasi antara lembaga riset dan perguruan tinggi merupakan kebutuhan penting dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang mampu menghasilkan dampak lebih konkret.
Menurutnya, pengalaman kolaborasi IPB University dan BRIN menjadi pilar untuk mengembangkan kerja sama yang lebih terintegrasi melalui INNOBRIDGE “Kolaborasi dengan perguruan tinggi itu tidak bisa dihindari. Itu sudah menjadi keniscayaan,” ujar Prof Arif.
Ia menjelaskan, INNOBRIDGE tidak hanya diarahkan sebagai platform kerja sama riset, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan kapasitas talenta, termasuk program postdoctoral, pengembangan talenta mahasiswa, hingga kegiatan riset bagi mahasiswa. “Dengan demikian, ekosistem yang dibangun diharapkan dapat mempertemukan peneliti, akademisi, mahasiswa, infrastruktur, serta agenda riset strategis,” ucapnya.
Tiga Fokus Kolaborasi
Sebagai informasi, INNOBRIDGE memfokuskan kolaborasi pada tiga klaster utama, yakni Pangan dan Pertanian; Halal dan Kesehatan; serta Bioenergi, Iklim, dan Perikanan-Kelautan. Fokus pengembangannya mencakup padi, bawang putih, kelapa sawit, kedelai dan substitusinya, smart agriculture, unggas dan pakan hewan, halal, one health dan zoonosis, pangan fungsional, biomedical products, bioenergi, karbon dan iklim, perikanan dan kelautan, kajian perkotaan-perdesaan, serta The Commons.
Sebagai langkah konkret, peluncuran INNOBRIDGE turut ditandai dengan penandatanganan kontrak tiga program PKR, yaitu Collaborative Research Center for Next Generation Feed Additives for Sustainable Livestock Systems, CLARITY (Climate Livestock Action for Reducing Emissions in the Tropical Systems), dan PKR bidang Iptek (Halal.
Ketiga program tersebut memperkuat agenda kolaborasi peneliti IPB University dan BRIN dalam pengembangan pakan ternak berkelanjutan, pengurangan emisi pada sistem peternakan tropis, serta penguatan riset halal. (dr)
