Stiker Bisa Perpanjang Umur Simpan Buah? Mahasiswa IPB University Ciptakan Etifresh untuk Kurangi Food Loss
Stiker pada umumnya dikenal sebagai aksesoris. Akan tetapi, bagaimana jika ada stiker yang dapat membantu menjaga kesegaran buah sekaligus mengurangi food loss?
Pertanyaan inilah yang dijawab mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) melalui Etifresh, inovasi stiker cerdas yang dirancang untuk membantu memperpanjang umur simpan buah klimakterik seperti pisang, mangga, dan alpukat.
Ketua tim mahasiswa, Fasya Novelia, menjelaskan bahwa Etifresh menggabungkan tiga fungsi dalam satu produk, yaitu mengendalikan gas etilen, mengatur kelembapan, dan memberikan perlindungan antijamur alami. Kombinasi ini ditujukan untuk memperlambat proses pematangan sekaligus menjaga kondisi buah selama penyimpanan dan distribusi.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang sederhana dan praktis, tetapi dapat menjawab beberapa persoalan pascapanen sekaligus. Etifresh cukup ditempelkan pada bagian dalam kemasan atau wadah penyimpanan tanpa kontak langsung dengan buah,” jelas Fasya.
Lebih lanjut ia memaparkan, Etifresh memanfaatkan zeolit alam dan silika dari sekam padi sebagai material utama. Zeolit yang diimpregnasi dengan kalium permanganat (KMnO₄) berfungsi membantu mengendalikan gas etilen, yaitu hormon yang berperan dalam mempercepat pematangan buah.
“Sementara itu, silika sekam padi berperan dalam membantu mengendalikan kelembapan, sedangkan ekstrak daun sirih dimanfaatkan sebagai antijamur alami,” tambahnya.
Keunikan lain Etifresh terletak pada indikator warna yang memungkinkan pengguna mengetahui kondisi stiker secara visual. Ketika masih aktif, indikator menunjukkan warna tertentu dan akan mengalami perubahan warna ketika kapasitas bahan aktif mulai jenuh.
“Jadi, kita bisa mengetahui kapan stiker perlu diganti tanpa harus memperkirakan berdasarkan waktu penggunaan semata,” ungkap Fasya.
Bantu Kurangi Food Loss
Inovasi ini berangkat dari persoalan kehilangan pangan pada tahap pascapanen. Buah klimakterik memiliki laju pematangan yang relatif cepat sehingga penanganan selama penyimpanan dan distribusi menjadi penting. Kondisi penyimpanan dengan kelembapan tinggi juga dapat meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan.
“Permasalahan pascapanen bukan hanya bagaimana menghasilkan buah, tetapi juga bagaimana mempertahankan kualitasnya hingga sampai ke konsumen. Karena itu, kami mencoba mengembangkan Etifresh sebagai teknologi pascapanen yang mudah digunakan dan dapat diterapkan dalam rantai distribusi buah,” tambah Fasya. (*/Rz)
