Hijauan Pakan Terkena Abu Vulkanik, Dosen IPB University Berikan Sejumlah Saran

Hijauan Pakan Terkena Abu Vulkanik, Dosen IPB University Berikan Sejumlah Saran

hijauan-pakan-terkena-abu-vulkanik-dosen-ipb-university-berikan-sejumlah-saran
Ilustrasi: magnific
Riset dan Kepakaran

Abu vulkanik yang menutupi hijauan pakan ternak dapat memengaruhi kualitas pakan dan kesehatan ternak. Jika paparan terjadi dalam jumlah besar dan terus-menerus, abu vulkanik berpotensi menyebabkan akumulasi mineral tertentu yang dapat mengganggu kesehatan ternak.

Hal itu diungkapkan dosen Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan IPB University, Dr Heri Ahmad Sukria. Ia mengatakan, dampak abu vulkanik terhadap ternak bergantung pada jumlah abu yang masuk dan terakumulasi dalam tubuh ternak.

“Pada level yang kecil masih bisa ditoleransi, tetapi pada level yang besar dan terus-menerus bisa menyebabkan akumulasi yang berlebihan, terutama kandungan silika yang tidak dapat dicerna dan dapat mengganggu kesehatan ternak, bahkan menyebabkan kematian,” ujarnya.

Menurut Dr Heri, hijauan pakan yang tertutup abu vulkanik sebaiknya tidak langsung diberikan kepada ternak. Namun, hijauan tersebut tidak selalu harus dibuang karena masih dapat dimanfaatkan setelah dibersihkan atau dicuci terlebih dahulu dari abu vulkanik.

Ia menjelaskan, risiko terhadap ternak sangat bergantung pada jumlah hijauan yang dikonsumsi serta akumulasi abu dalam jangka panjang. Hijauan pakan yang terpapar abu vulkanik secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada ternak, seperti gangguan pernapasan dan keracunan.

Dalam kondisi saat ini, ia menyarankan ternak untuk sementara tidak digembalakan dan ditempatkan di dalam kandang hingga hujan abu berhenti. Hijauan yang diberikan di dalam kandang harus dipastikan telah dibersihkan dari abu vulkanik.

“Selama masih ada hujan abu, sebaiknya hijauan menggunakan sistem cut and carry dan dibersihkan sebelum diberikan,” ujarnya.

Selain pakan, peternak juga perlu memastikan ternak mendapatkan air minum yang bersih serta konsentrat yang tidak terkontaminasi abu vulkanik.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan abu vulkanik melalui pakan dan air serta mencegah terjadinya akumulasi material vulkanik dalam tubuh ternak yang dapat membahayakan kesehatan ternak. (*/Rz)